Dua Windu Koalisi Perempuan Indonesia di Yogya

Saat ini KPI memiliki 726 Balai Perempuan yang tersebar di 25 provinsi.

Senin, 08 Des 2014 12:18 WIB

KPI, koalisi perempuan indonesia

Dua windu sudah Koalisi Perempuan Indonesia berdiri. Untuk merayakannya, KPI menggelar Kongres Nasional IV dengan judul “Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi” yang berlangsung di Yogyakarta, 8-12 Desember 2014.


Saat ini KPI memiliki 726 Balai Perempuan yang tersebar di 25 provinsi. Koalisi Perempuan Indonesia juga mendorong diakomodirnya Tindakan Khusus Sementara dalam bentuk jaminan keterwakilan perempuan sekurangnya 30 persen di lembaga pengambilan keputusan lewat instrument hukum dan kebijakan. Untuk memperingati dua windu ini, KPI ingin menjadi pembelajaran bagi gerakan perempuan yang lain demi mendorong perempuan jadi pemimpin. Ini sesuai tema tahun ini yaitu “Perempuan Mandiri, Perempuan Memimpin”


Kongres KPI ini akan melibatkan 1900an orang yang terdiri dari perempuan penggerak masyarakat dari 1000 desa, pengurus dari seluruh Indonesia, 200 perwakilan unsur pemerintah, universitas, LSM, ormas dan media serta perempuan pelaku budaya. 


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.