[Webtorial] BNPP Bantu Kepulauan Anambas Keluar dari Keterisolasian

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) berkomitmen untuk membangun kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Riau, agar terlepas dari keterisolasian. Kabupaten Kepualauan Anambas memiliki posisi strategis dari segi kedaulatan Negara karena berbatasan deng

Kamis, 05 Des 2013 15:37 WIB

anambas, bnpp, keterisolasian

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) berkomitmen untuk membangun kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Riau, agar terlepas dari keterisolasian. Kabupaten Kepualauan Anambas memiliki posisi strategis dari segi kedaulatan Negara karena berbatasan dengan sejumlah negara tetangga.  Kabupaten Kepualauan Anambas juga memiliki kekayaan alam yang tak terhingga sehingga harus diajaga keberadaannya.
   
Kabupaten Kepulauan Anmbas merupakan pemerintah dari Kabupaten Natuna.  Kepulauan Anambas terdiri enam kecamatan, yaitu Kecamatan Siantan, Kecamatan Jemaja, Kecamatan Palmatak, Kecamatan Jemaja Timur, Kecamatan Siatan, Selatan, dan Kecamatan Siantan Timur.

Kabupaten kepulauan Anambas memiliki luas wilayah 590,14 km2 dengan jumlah penduduk BI 41.341 jiwa pada tahun 2007.  Kepulauan Anambas memiliki sebanyak 238 pulau; 26 pulau berpenghuni dan yang belum berpenghuni 212 pulau.  Lima pulau berada di wialayah terluar. Kepulauan Anmabas sebelah utara berbatasan dengan Laut Cina Selatan, sebelah timur berbatasa dengan Laut Natuna, sebelah selatan berbatasan dengan Kepualuan Tambelan dan sebelah barat berbatasan dengan laut cina selatan.

Menurut Bupati Anamba Mukhtaruddin, BNPP berkomitmen untuk membangun Kepulauan Anambas dengan sejumlah proyek yang diperlukan masyarakat. Mukhtaruddin mengatakan, salah satu problem terbesar yang menghambat pembangunan di Anambas adalah persoalan transportasi, selain problem lainnya seperti infrastruktur dan telekomunikasi.

Saat ini sedang dibangun bandara di Jemaja yang sudah dalam tahap konstruksi.  Bila tidak ada ral melintang, dalam dua tahun ke depan bandara sudah rampung.  Panjang runway direncenakan sepanjang 1.600 meter.  Nantinya, bandara di Pulau Jemaja bisa didarati pesawat berukuran sedang seperti jenis Fokker atau ATR.  “Saya yakin bila bandara ini selesai, isolasi bila musim uatara datang tak akan terjadi lagi”. Katanya.

Ia menambahkan, Anambas memiliki sumber daya alam kelautan yang melimpah.  Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan BPPT, pengembangan pertania dan perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas perlu difokuskan pada upaya pemenuhan ketahanan pangan dengan mengembangkan komoditas unggul yang mampu penuhi kebutuhan lokal.

Kemudian untuk pengembangan sektor perikanan, direkomendasikan agar pembangunan sektor perikanan dipadukan dengan wisata bahari.  “Kabupaten Kepulauan Anambassudah diputuskan dalam rapat Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) koridor Ekonomi Sumatera, menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi kawasan Perhatian Investasi (KPI) dalam Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, khususnya koridor Sumatera,” ujarnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Dosen Unsoed Yang Gabung Dengan ISIS Meninggal

  • Sumbangan Ditolak
  • Guardiola: Masih Ada Klub Yang Mau Messi Dengan Harga Tinggi

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.