PT Sharp Ikut Program Adopsi Pohon di Sarongge

KBR68H - Sharp, sebagai salah satu raksasa produsen alat-alat elektronik di dunia telah turut serta berpartisipasi dalam rangka restorasi kawasan alih fungsi di Blok Sarongge Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Jumat, 21 Des 2012 14:20 WIB

adopsi pohon

Sharp,  sebagai salah satu raksasa produsen alat-alat elektronik di dunia telah turut serta berpartisipasi dalam rangka restorasi kawasan alih fungsi di Blok Sarongge Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Pada program adopsi pohon Green Raio itu, PT. Sharp Electronic Indonesia menanam 500 batang pohon jenis-jenis endemik pada lahan seluas 1,25 ha. Penanaman dilakukan pada hari Rabu tanggal 22 April 2009, dengan  jenis yang ditanam yaitu 250 batang pohon puspa (Schima walichii) dan 250 batang pohon manglid (Manglieta glauca).

Dimulai dari penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara pihak PT. Sharp Electronic Indonesia dengan Green Radio FM Jakarta di Hotel Puncak Pass, pihak Balai Besar TNGGP diwakili oleh  Supratman Tonny S yang merupakan Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Cianjur. Dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang menyampaikan rasa terimakasih atas kepedulian dan kerjasama dari pihak Sharp untuk membantu upaya restorasi kawasan alih fungsi di Blok Sarongge TNGGP.

Kemudian disampaikan pula tentang salah satu fungsi kawasan TNGGP sebagai penyangga kehidupan masyarakat sekitarnya dengan bukti sampai saat ini kawasan seluas 15.196 Ha sudah mampu mensuplay air untuk menghidupi lebih dari 20 juta manusia yang hidup disekitarnya. Kemudian jika kondisi kawasan alih fungsi sudah seluruhnya terestorasi maka kawasan ini menjadi seluas 21.975 Ha diharapkan mampu menghidupi lebih dari 30 juta manusia. Lebih lanjut disampaikan oleh beliau

“Jika bumi yang satu-satunya ini telah rusak karena perilaku kita, ke bumi manalagi kita akan pindah ? “ kata Supratman.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Permintaan PAN Mundur Dari Kabinet Bisa Jadi Masukan Presiden

  • Dua Eksekutor Penembak Gajah di Aceh Tengah Ditangkap
  • Diduga terkait Terorisme, Kuwait Usir Duta Besar Iran
  • Marcos Rojo Terancam Absen sampai 2018

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.