naik sepeda, sarongge

“Yak sampai juga akhirnya,” teriak Dicky koordinator klub sepeda Bridgestone bersahutan dengan teriakan teman-temannya ketika melintasi jalan masuk menuju Hutan Sahabat Green di Desa Ciputri Pasir Sarongge Cianjur Jawa Barat.

Ada yang unik dari Dicky dan rombongannya ketika berkunjung ke Hutan Sahabat Green. Dicky dan 30-an kawannya datang ke Camping Ground dengan bersepeda. Itu sebabnya, umpatan kegembiraan diteriakan sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan kami para pengelola Hutan Sahabat Green.

Kehadiran pesepeda dari Bridgestone ini memang baru kali pertama. Itu karena para adopter pohon sebelumnya biasa datang ke Camping Ground dengan berjalan kaki. Tentunya setelah memarkir kendaraan di Wisma Perkebunan Teh Sarongge atau Pos Jaga Petugas Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango yang kini menjadi studio radio komunitas Edelweis.

“Kami mah cuek aja. Orang-orang pasti menganggap kami bodoh karena jalan ke hutan Sarongge dengan bersepeda. Yang penting kita bisa berolahraga dan menanam pohon adopsi di Hutan Sahabat Green. Kami penasaran sekali ingin menanam dan melihat Hutan Sahabat Green langsung. Itu sebabnya kami nekat bawa sepeda,” jelas Dicky sambil menyedu teh manis panas.

Segala lelah dan jerih payah Dicky dan kawan-kawan mengayuh sepeda dari Wisma Perkebunan Teh Pasir Sarongge memang terbalaskan. Udara sejuk nan dingin, serta panorama alam yang indah disekeliling Camping Ground menebus segala lelah yang hinggap sore itu. Hanya saja, Dicky dan rombongan tiba terlalu sore sehingga tak bisa berkeliling Hutan Sahabat Green.

Setelah melepas dahaga dengan meminum air putih, teh dan juga kopi hangat, Dicky dan rombongan langsung menyantap makan siang yang tertunda. Menu yang tersedia, seperti sayur asam, sambal goreng hijau khas Sarongge, serta ayam goreng dan ikan asin pun ludes dalam sekejap.

Selepas makan, rombongan klub sepeda Bridgestone melanjutkan kegiatan dengan menanam 40 pohon endemik untuk menghijaukan kembali kawasan Hutan Sahabat Green yang sempat terbuka karena kegiatan perkebunan rakyat.



Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!