[Advertorial] Community Plumbing Challenge 2017: Kesehatan dan Sanitasi di Indonesia

Shirley Dewi selaku Vice President IAPMO Group Indonesia menyampaikan rasa bahagianya bisa bermitra dengan IWSH membawa Program Community Plumbing Challenge 2017 di Indonesia.

Rabu, 22 Nov 2017 10:58 WIB

foto: http://www.iwsh.org/Pages/default.aspx

Pekerja magang dan profesional muda yang mewakili berbagai negara termasuk Indonesia bergabung untuk membentuk kerjasama internasional jangka panjang memberikan perbaikan infrastruktur dan fasilitas sanitasi di daerah Cicau, Cikarang. CPC2017 yang merupakan inisiatif dari Yayasan International Water, Sanitation and Hygiene (IWSH) bekerjasama dengan PT IAPMO Group Indonesia disajikan dalam dua bagian - “Design Week” pada bulan Agustus yang lalu dan “Construction Week” mulai tanggal 9 November sampai 15 November 2017. Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan di SDN 02 Cicau Cikarang meliputi pembangunan toilet baru, sanitasi air yang baik, tempat mencuci tangan serta membuat tempat penampungan air bersih yang baru. Selain itu diselenggarakan pula pengobatan gratis, penyuluhan tentang pentingnya mencuci tangan untuk kesehatan di Balai Desa Cicau Cikarang.

Megan Lehtonen sebagai Managing Director IWSH disela-sela Press Conference yang diadakan tanggal 15 November 2017 di kantor IAPMO Group Indonesia menyampaikan, “CPC 2017 merupakan program IWSH yang jangkauannya sangat luas dan penuh ambisi. Dengan mengumpulkan para pemuda berbakat dari seluruh dunia ke SDN 02 Cicau Cikarang untuk menyediakan air bersih dan sanitasi yang sehat serta mengajar pada anak-anak sekolah dan penduduk desa tentang betapa pentingnya sistem plambing bagi kesehatan”.

Project Manager International IWSH Sean Kearney juga menyampaikan betapa menarik dan inspiratif kegiatan CPC2017 di Indonesia, karena selain membantu pelaksanaan CPC2017 di SDN Cicau 02 Cikarang, IAPMO Group Indonesia juga membantu IWSH untuk melakukan kegiatan kemanusiaan yang sesuai dengan tujuan utama IWSH di Indonesia. 

CPC2017 juga mengadakan kegiatan training pada tanggal 14 November 2017 kepada beberapa guru SMK Negeri Jakarta dikarenakan saat ini hanya 2% bangunan di Indonesia yang menerapkan sistem plambing yang sesuai. Sistem plambing yang baik juga perlu didukung dengan produk yang sesuai standar serta pemasangan yang juga memenuhi standar. Dengan demikian sistem plambing tersebut dapat bertahan lama dan menghindarkan dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan. SNI sistem plambing pada bangunan gedung di Indonesia yaitu SNI 8153:2015. Agusman Adam Guru SMK Negeri yang turut serta dalam training ini mengungkapkan bahwa di Indonesia ini masih dibawah standar plambing. Namun dengan adanya kegiatan CPC2017 ini diharapkan kegiatan ini dilakukan secara berkala agar para guru dan siswa kejuruan atau teknik dapat menerapkan ilmu plambing agar perlahan-lahan Indonesia dapat menerapkan sistem plambing yang baik dan sesuai dengan standar. 

I Nyoman Supriyatna, Deputi Penelitian dan Kerjasama Standarisasi BSN mengatakan, “Kami dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) sangat mengapresiasi kegiatan Community Plumbing Challange 2017. Ini merupakan upaya implementasi dari standar plambing SNI 8153:2015 yang sudah ditetapkan oleh BSN. Dengan kegiatan ini diharapkan kita bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan masyarakat dari sistem air, sistem kebersihan air. Dan semoga proyek ini bisa dijadikan contoh untuk daerah-daerah lain. Saya juga sangat mendukung dengan deklarasi pembentukan Asosiasi Plambing Indonesia agar perusahaan-perusahaan terkait bisa ikut bergabung. Diharapkan ini dapat menjadi ujung tombak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakat serta dapat mengedukasi komunitas dan warga yang tidak mempedulikan sistem air bersih.” 

Shirley Dewi selaku Vice President IAPMO Group Indonesia menyampaikan rasa bahagianya bisa bermitra dengan IWSH membawa Program Community Plumbing Challenge 2017 di Indonesia.

CPC 2017 dan deklarasi Asosiasi Plumbing Indonesia ini menjadi titik awal untuk membangun kepedulian warga masyarakat tentang pentingnya air bersih bagi kehidupan mereka. IWSH bekerjasama dengan PT IAPMO Group Indonesia dengan dukungan dari World Plumbing Council memperbaiki sanitasi air serta memberikan contoh untuk para warga masyarakat di Cicau Cikarang yang diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Indonesia.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Pemerintah Godok Opsi Format Pencantuman Agama Kepercayaan Di KTP

  • PLN Siap Jalani Putusan MK Soal Aturan Nikah Teman Sekantor
  • Polisi Banyuwangi Perketat Keamanan Objek Vital
  • Statistik Opta: Rooney Masih Garang Cetak Peluang Menjadi Gol

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi