Konferensi Nasional, masyarakat sipil, TAF

Masyarakat sipil sangat berperan dalam proses demokratisasi di Indonesia. Contoh paling dekat dan paling terasa adalah pelaksanaan Pemilu 2014 – di mana partisipasi politik publik terasa sangat besar. Peran masyarakat seperti ini sebetulnya bukan hal baru, tapi perkembangan dari masa ke masa menunjukkan adanya ruang yang lebih terbuka untuk berkreasi dan berpartisipasi secara politik. 


Masyarakat sipil menunjukkan peran yang sangat besar dalam menggerakkan sesama masyarakat dalam proses demokratisasi ini. Mulai dari mengawal pelaksanaan Pemilu, sampai memastikan sirkulasi kepemimpinan berlangsung secara demokratis, dengan tetap memenuhi hak konstitusional warga. Janji politik tak lagi ditelan mentah-mentah, tapi diolah seara kritis dan kreatif. 


Pasca Pemilu, ruang seperti ini mesti dijaga untuk tetap terbuka. Situasi politik masih terasa tegang mengingat Koalisi Indonesia Hebat maupun Koalisi Merah Putih masih ‘melanjutkan pertandingan’ meski Pemilu sudah usai. Sementara itu Pemerintahan baru di bawah Joko Widodo dan Jusuf Kalla juga harus terus dikawal secara kritis oleh masyarakat sipil. 


Ke arah manakah demokrasi Indonesia di masa mendatang? Apa peran strategis yang perlu dimainkan masyarakat sipil sekarang ini? Apa pula isu utama yang perlu didorong bersama demi Indonesia yang lebih baik? 


Inilah yang akan dicari jawabannya dalam Konferensi Nasional Masyarakat Sipil dengan tema Masyarakat Sipil dan Penguatan Demokrasi Pasca Pemilu 2014. Konferensi akan berlangsung di Hotel JS Luwansa, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, pada Senin dan Selasa, 25-26 November 2014. Konferensi ini akan diikuti oleh berbagai sektor masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, serikat buruh, ormas, kelompok perempuan dan kelompok penyandang disabilitas. 


Ada tujuh tema utama yang akan dibahas yaitu soal penyelenggaraan Pemilu, informasi publik terkait Pemilu, media dan penguatan demokrasi, konflik kekerasan dalam Pemilu, korupsi dalam Pemilu, partisipasi politik warga serta penegakan hukum dalam Pemilu. 


Sajian istimewa dalam konferensi ini adalah key note speech dari Prof. Dr. BJ Habibie dengan topik “Masyarakat Sipil dan Penguatan Demokrasi di Indonesia”. 


Konferensi Nasional akan disiarkan oleh KBR dan enam radio jaringannya pada Selasa, 25 November 2014, dari pukul 11 sampai 12.30 WIB. Siaran juga bisa disimak lewat streaming di www.portalkbr.com 



Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!