Aceh

Polemik Rencana Tata Ruang dan Wilayah Aceh sampai kini masih hangat. RTRW yang menurut pemerintah Aceh mengamanatkan penambahan jumlah luas hutan justru menuai penolakan dan kritik. Kritik dan protes keras datang dari aktivis lingkungan karena Perda RTRW Aceh itu mengancam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dan tak memasukkan hak kelola mukim sebagai masyarakat adat di sana. RTRW itu juga dinilai akan mengakibatkan berkurangnya kawasan hutan serta proses pengesahannya cacat hukum. Itu sebab saat ini Koalisi Peduli Hutan Aceh dan sejumlah organisasi lingkungan tengah menyiapkan materi keberatan atas materi Perda itu.

Green Radio 89,2 FM, Mongabay dan SETAPAK serta didukung The Asia Foundation mengundang jurnalis mengulas polemik Qanun melalui rangkaian Media Visit ke Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Media visit dilaksanakan 29 Oktober s/d 1 November 2014. Tepatnya ke Aceh Tamiang, Jantho dan Banda Aceh. Media visit ini diberikan kepada 9 media. Sejumlah media tersebut akan melihat kondisi lapangan secara langsung; berdiskusi dengan bupati dan kepala desa serta masyarakat setempat.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!