Papua

 “Kami harus tidur di balik-balik gunung. Jaraknya jauh, sedang masyarakat yang harus dilayani banyak,” kata seorang pendengar KBR, Rony, yang merupakan petugas kesehatan di Wamena, Papua. Ia menanggapi usulan pelayanan kesehatan menggunakan helikopter untuk Papua yang direkomendasikan oleh Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B). Rony tak sabar menanti agar ide dokter berkeliling melayani pasien daerah terpencil menggunakan kapal laut atau helikopter.

Unit pelayanan kesehatan bergerak ini, menurut juru bicara UP4B Amiruddin pas sebagai bentuk pelayanan  bidang kesehatan untuk wilayah Papua dan Papua Barat yang memiliki kondisi geografis dan akses sulit. Pelayanan kesehatan bergerak, yang bisa menggunakan helikopter atau kapal laut,  selain menjangkau wilayah terpencil juga bisa menjadi alternatif selama proses pembangunan dan penambahan jumlah Puskesmas dan Puskesmas Pembantu belum memadai. “Sembari menunggu Puskesmas bisa menjangkau semua orang,” kata Amiruddin.

UP4B, unit yang dibentuk untuk mengkooordinasikan pembangunan di Pulau Papua pada era SBY, menyusun Rencana Induk Bidang Kesehatan di Papua dan Papua Barat. Unit ini masa kerjanya berakhir pada tahun ini. Pemerintahan yang baru, menurut Amiruddin, diharapkan membaca dan menggunakan serangkaian rekomendasi yang diberikan UP4B.

Perbincangan tentang rangkaian rekomendasi UP4B “Harmoni Papua”  disiarkan di 11 radio jaringan KBR di Papua dan Papua Barat serta Green Radio di Jakarta setiap Selasa pukul 14.06-15.00 WIB. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!