Data WHO menyebut setiap tahun terdapat 7 juta kanker payudara dan 5 juta orang meninggal karena penyakit tersebut. Di Indonesia kanker payudara menduduki peringkat 2 terbanyak setelah kanker rahim.

Kanker payudara di Indonesia sering ditemukan pada stadiun lanjut. Padahal secara dini kanker payudara dapat dideteksi dengan pemeriksaan klinik dan mammografi.

Nah untuk memperingati bulan Kanker Payudara Sedunia sekaligus mengkampanyekan lawan kanker payudara, Green Radio sebagai media partner acara PINKROCTOBER FIGHT AGAINST BREAST CANCER mengadakan Talkshow PINKROCTOBER Lawan Kanker Payudara di Green Spotlight 11.00-12.00 WIB (06/10). Narasumber Iwan Rasta dari Bon Jovi Fans Club Indonesia & Ketua Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta Titien Pamudji.

Dalam perbincangan Green Spotlight Ketua Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta Titien Pamudji mengingatkan masyarakat untuk deteksi dini kanker payudara. “awal, bisa periksa payudara sendiri (SADARI), teraba apakah ada benjolan,” ujarnya.

Bukan hanya perempuan yang berpotensi terkena kanker payudara, laki-laki juga bisa. “Ada laki-laki yang terkena kanker. Untuk deteksi dini kanker payudara pada laki-laki tak bisa pakai mammografi, periksa ke dokter langsung,” tambah Titien Pamudji.

Setelah selesai acara narasumber pun membagikan bros pita pink kepada redaksi Green Radio dan KBR. Pita pink merupakan simbol internasional yang melambangkan kepedulian terhadap kanker payudara. Penggunaan bros pink mengidentifikasikan sang pemakai dengan gerakan peduli kanker payudara dan memberikan dukungan moral terhadap wanita penderita kanker payudara.

Bulan Oktober merupakan bulan peduli kanker payudara dan pita pink sering dijumpai pada bulan ini.

Puncak Acara, PINKROCTOBER FIGHT AGAINST BREAST CANCER, Sabtu 18 Oktober 2014. 18.00-21.00 WIB di @america Pasific Place Lantai 3.

Ayo peduli dan lawan kanker payudara! (dry)


Editor: Vivi Zabkie

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!