Mau transfer dana dalam jumlah besar? Masih bingung mau pakai layanan yang mana? Real Time Gross Settlement  (RTGS)? Mahal! Ada lho yang lebih murah dan waktu sampainya tak beda jauh dengan layanan RTGS. 

Perbincangan Obrolan Ekonomi KBR yang dipersembahkan Bank Indonesia Jumat (3/10) mengupas layanan Kliring; Kini Lebih Cepat, Si Kilat. Perbincangan yang berlangsung dari Kantor Bank Indonesia, menjelaskan seluk beluk layanan kliring. Layanan kliring dikenal dengan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Narasumber dalam perbincangan tersebut adalah Deputi Direktur Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran Agus Sistyo Widjajati dan Manajer Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran Bank Indonesia Vitri Vidia. R.I.

Deputi Direktur Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran Agus Sistyo Widjajati menyebutkan layanan kliring lebih lebih murah “Untuk RTGS biasanya masyarakat dikenakan biaya Rp 20.000-Rp 30.000 per transaksi oleh perbankan. Tapi ini beda-beda ya, masing-masing bank kebijakannya.  Sementara untuk kliring sekitar Rp 5.000 per transaksi. Biaya RTGS yang dibayar bank ke BI, menurut dia, Rp 7.000 per transaksi, sedangkan kliring Rp 1.000 per transaksi,” jelasnya panjang lebar.

Penyelesain kliring pun sudah dilakukan empat kali yakni pada pukul 10.00, 12.00, 14.00 dan 16.00. “kalau misalnya mau pagi, kita bisa sudah mulai proses dari jam 8 atau 9 pagi. Nanti setengah jam juga sudah sampai dananya,” tambah Agus Sistyo Widjajati.

Layanan kliring bisa juga dilakukan online melalui internet banking. “Kita juga tidak perlu datang, ada pilihannya kok di menu layanan internet banking,” timpal Manajer Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran Bank Indonesia Vitri Vidia. R.I.

Nambah lagi kan informasi seputar layanan perbankan dan kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia.

Pastikan selalu dengarkan siaran KBR untuk mendapatkan informasi terkini dari Bank Indonesia ya! (dry)


Editor: Vivi Zabkie

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!