Sindu

Sindu Dharmawan, pria gondrong, bertubuh kurus dan tinggi adalah salah satu penyiar program morning show ‘Sarapan Pagi KBR’, mengudara pukul 06.00-10.00 WIB. Sindu memiliki suara yang besar, kadang menggagetkan. “Suara agak gede,” akunya sambil tertawa.

Awalnya sindu berkerja di sebuah event organizer dan  radio di Jombang, Jawa Timur. Dari sanalah ia mendengarkan program siaran KBR. “Prestise, berwibawa sekali penyiar-penyiar KBR, pingin rasanya,” ingat Sindu.

Tapi sebetulnya, kata Sindu jadi jurnalis seperti kecelakaan. “kan 7 tahun di Even Organizer, nggak kebayang dunia jurnalis kayak apa,” ungkapnya. Di Kantor Berita Radio (KBR) lah ia belajar lebih dalam dunia jurnalistik. “Bagaimana menulis, bagaimana mewawancarai, bagaimana bersiaran,” sebutnya.

Tahun ini tepat 3 tahun ia bergabung di KBR “Masih tidak menyangka menjadi bagian dari KBR, ’’ ujar Sindu Dharmawan. Sindu bercerita patner siaran yang kerap berganti membuatnya belajar mengenal karakter pasangan “supaya tidak saling berebut ngomongnya,” ujar Sindu Dharmawan.

Celotehan sang patner siaran lah yang selalu mengingatkannya. “Aika sampai bilang; ini kapan Aku ngomongnya,” cerita Sindu sambil mencontohkan gaya patner siarannya. Evaluasi setiap akhir siaran menjadi momen yang tak pernah ia lewatkan untuk selalu meningkatkan kualitas bersiaran. “Ada masukan dari produser, teman-teman dan semua, rapat bareng,” jelasnya. Bagi sindu setiap masukan merupakan tantangan untuk membawa program Sarapan Pagi lebih menyenangkan. “Isu-isu berat bisa dinikmati dengan santai dan bahasa menyenangkan,” tambahnya.

Kalau mondar-mandir studio 1 ke lantaI 2,5 bagaimana?

Hmmmm…. Ngos-ngosan, kalau tiba-tiba harus mondar-mandir pindah studio siaran. Karena studio di bawah kualitas audionya jelek. “Pas buka acara, dengan napas ngos-ngosan, kan terdengar di udara,” ujar Sindu.

Semua bisa bersuara, bisa mengutarakan pendapat di forum redaksi KBR. Hal inilah yang sangat ia hargai dan senangi selama di KBR. “Selama kita punya argumen yang kuat, logika masuk, pasti tema dan usul-usul kita diterima,” tutupnya.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!