Berkacamata, tutur bahasa sopan dan senyumnya ramah. Setiap reporter ada masalah atau bertanya, dia akan menyempatkan diri menjelaskan panjang lebar, sambil menunjukkan contoh sampai reporter itu paham. Melihat jurnalis KBR yang satu ini bagi beberapa orang, langsung mengingatkan pada sosok seorang Pak Guru.  Tapi kesan sebagai “Pak Guru” ternyata ada sebabnya.

Agus Lukman, kini adalah Supervisor Reporter dan Program Khusus, adalah tipe Koordinator Reporter (Korlip)  “ngajari.” Korlip yang lembut membimbing para reporter ini memang berlatar belakang dunia pendidikan. Sebelum kepincut KBR ia adalah Guru Matematika dan Guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP)!

Lalu bagaimana bisa Guru BP ini sampai mendarat di Utan Kayu? Agus Lukman rupanya sudah sejak mahasiswa memendam cita-cita menjadi jurnalis. Saking ngebet jadi jurnalis ia bahkan rela saja menulis berita untuk jurnalis lain. “Waktu mahasiswa sempat diminta bantuan bikin berita oleh kontributor sebuah koran Jawa Tengah. Bikin berita khusus Salatiga. Kontrinya malah dagang... tapi berita yg aku bikin atas nama dia.. hehe.. Tapi sempat ditegur sama Satrio Arismunandar (jurnalis senior-red) waktu kami mengundang dia diklat jurnalistik.. hehe.., “ kenang Agus.

Nah, pada suatu ketika di tahun 2000, ia bertemu dengan dua jurnalis KBR di DPR.  Penampilan jurnalis radio yang menenteng alat rekam dan menggunakan headphone bagi Agus itu keren sekali.  “Dulu mikir, mereka keren-keren, pinter-pinter… serius banget kayaknya. Apa bisa ya gabung ikut belajar di sana?" cerita Agus. Ketika 2001 muncul iklan lowongan kerja di KBR, Agus Lukman langsung melamar dan lolos.  Ia akhirnya bisa melihat langsung Komunitas dan Teater Utan Kayu nya, yang ia dengar selama masih mahasiswa.

Pak Guru yang mengaku tidak pede siaran ini mengidolakan Goenawan Mohammad dan Karni Ilyas. Ia juga penggemar buku cerita silat. Makanya ketika dimintai komentar soal cita-citanya di dunia jurnalistik ia berkomentar: “dunia jurnalistik itu seperti tak terbatas, daku jadi merasa tetap bodoh sih. Ibarat cerita silat di atas langit masih ada langit….”

Lalu Pak Guru BP, apakah masih suka terima curhat siswa eh jurnalisnya? Ternyata masih. Ada saja yang curhat pada Agus Pak Guru BP tentang pekerjaan, sesekali persoalan pribadi. Kalau tidak ada yang curhat, Agus malah justru mengorek dengan mengajak para jurnalis KBR bercerita soal keseharian di luar kerja. “Saya kerap ajak mereka bicara soal keseharian di luar kerja. Soal anak, soal rumah, hobi, dll,” kata Agus. Ah Pak Guru, care banget ya!

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!