“Kantor Berita Radio (KBR), jaringannya banyak, se-Indonesia, lagi butuh orang,” inilah yang membuat Dedi Setiadi bergabung di KBR. Sembilan tahun sudah Kang Cepot sapaan akrab Dedi Setiadi bergabung bersama KBR sebagai Staf Teknik.

Kata dia banyak serunya selama bekerja di KBR. Mulai dari tugas luar kota sampai harus siaga siaran pagi hari. “Jam 3 pagi, masih ngobrol-ngobrol asyik, what’s up sama temen kantor soal kerjaan, tiba-tiba ada kabar, pagi-pagi, jam 5 harus berangkat ke kantor untuk siaran luar studio,” ceritanya.

Peralatan tempur untuk siaran pun segera dikemas. Mulai dari mixer, hybrid, mic, pesawat telpon, speaker aktif, kabel dan lain sebagainya. “Masukin koper semua, alat ngelenongnya,” kata Dedi sambil tertawa. 

Bumi Cendrawasih Papua adalah kota terjauh yang pernah ia injak ketika tugas luar kota. “Talkshow di Manokwari, selain kerja jadi jalan-jalan, jadi tahu makanan khasnya, oleh-olehnya,” ujar Dedi Setiadi.

Tim selalu kompak. Ketika ada keluhan atau masalah studio selalu dikerjakan bersama. Mulai dari keluhan redaksi, penyiar dan divisi lain. Misalnya pemancar di BBD ada gangguan, mixer siaran kesamber petir, suara siaran talkshow kurang kinclong dan lain-lain. “Ya cepat-cepat kita tangani. Kita kumpul, ngegarap yang ini jam sekian, gotong royong lah,” jelasnya

Gayanya santai, kerap memakai celana jeans lengkap dengan jaketnya. Hmmm, kalau dilihat penampilannya tak seperti cepot. Tapi mengapa dipanggil cepot ya??

Nah saat ditanya kenapa dipanggil cepot, Dedi tersipu malu. “Mirip cepot? Enggak, lebih ganteng aslinya dong,” katanya. (dry)


Editor: Vivi Zabkie

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!