PT JAPFA, peternakan sapi, australia

KBR68H, Jakarta - PT Santosa Agrindo (Santori), anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) membeli dua peternakan sapi di wilayah Australia Utara. Peternakan sapi yang dibeli adalah Riveren Station dan Inverway Station, melalui Japfa Santori Australia Pty. Ltd (JSA). Kedua peternakan berlokasi di daerah Victoria River Downs di negara bagian Northern Territory, dengan luas lahan gabungan mencapai 555 ribu hektar. Kedua lahan peternakan memiliki kapasitas memelihara 45 ribu  ekor sapi yang sebagian besar keturunan jenis Brahman.

“Dari jumlah tersebut, 25 ribu ekor merupakan sapi indukan yang mampu memproduksi sapi indukan pengganti serta 12 ribu ekor sapi bakalan pertahunnya untuk tujuan pasar di Asia Tenggara”ungkap Dayan Antoni, Head of Breeding PT. Santori Agrindo, Kamis (3/10) dalam keterangan pers yang diterima KBR68H.

Santori membutuhkan 150 ribu ekor sapi bakalan pertahun untuk memenuhi kebutuhan rantai pasoknya di Indonesia. Sapi bakalan diperoleh dari Australia dan sebagian juga dari peternak sapi lokal di Indonesia.

“Investasi ini hanya berkontribusi kecil terhadap total kebutuhan Santori, namun merupakan langkah penting dalam meningkatkan kapasitas pengembangbiakan (breeding) dan melengkapi strategi integrasi usaha hulu-hilir Santori” kata Dayan.

Saat ini Santori sudah memiliki 8 ribu ekor sapi indukan di kandang pembiakan (breedlot) di Lampung. Dengan pembelian ini, total sapi indukan Santori mencapai 33 ribu ekor Langkah pembelian dua peternakan di Australia ini merupakan bagian dari strategi usaha jangka menengah-panjang Santori dalam memperkuat struktur pasokan sapi bakalan bagi usaha penggemukannya (feedlot) di Indonesia melalui pengembangan usaha pengembangbiakan (breeding).

Santori mengawali kegiatan usaha pengembangbiakan pada tahun 2007 dengan model intensif di Lampung. Tahun 2008 Santori mendapatkan fasilitas Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) untuk mengembangkan 5 ribu ekor sapi indukan di di Jabung, Lampung Timur.

Selain model intensif, Santori mulai tahun 2013 juga mengembangkan model pengembangbiakan ekstensif. Selain membeli peternakan di Australia, Santori juga mengembangkan model ekstensif di dalam negeri melalui uji coba pengembangbiakan yang terintegrasi dengan perkebunan sawit, yang dikenal dengan sebutan SISKA (Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit).  Santori akan terus mengembangkan model pengembangbiakan ekstensif yang memiliki keunggulan skala serta efisiensi biaya yang signifikan.

Santori merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri sapi potong terpadu. Beroperasi sejak 1995, kegiatan usaha Santori meliputi pengembangbiakan sapi potong, penggemukan, rumah potong hewan (RPH), dan produksi daging bernilai tambah. Kapasitas penggemukan saat ini mencapai 55 ribu ekor persiklus atau 190 ribu ekor pertahun. Dan kapasitas pemotongan RPH mencapai 40 ribu ekor atau sekitar 8 ribu ton daging segar per tahunnya, yang dipasarkan dengan merek Santori Beef untuk daging reguler dan Tokusen Wagyu untuk daging sapi wagyu.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!