SAGA: Bunuh Diri Karena Diskriminasi dan Stigma

Selasa, 30 Sep 2014 11:15 WIB

LGBT & Fenomena Bunuh Diri

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 800 ribu kematian di dunia setiap tahun disebabkan bunuh diri. Para Lesbian Gay Bisexual dan Transgender (LGBT) menjadi salah satu kelompok yang berpotensi melakukan bunuh diri. Faktor psikis dan stigma masyarakat jadi pemicunya.  Bagaimana di Indonesia. Jurnalis KBR Ninik Yuniati menemui Merlyn Sopjan, seorang transgender. 


‘“Aku kemudian ambil gelas, aku ambil Baygon semprot. Aku semprotin, udah kan, pokoknya hari itu aku nekad.  Aku sih waktu itu pokoknya pengen minum aja” kenang Merlyn Sopjan saat ingin mengakhiri hidupnya 25 tahun silam. 


Dengan nada sinis, Merlin menduga bila waria bunuh diri diperbolehkan di Indonesia karena tingginya diskriminasi pada mereka. “Waria itu mungkin kalau bunuh diri di Indonesia dibolehkan, mungkin banyak yang sudah bunuh diri, ketika mereka sadar mereka waria. Karena mereka tahu, ke depan ini ketika mereka keluar dari rumah, hidup yang mereka jalani hari ini, luar biasa keras dan berat. Hari itu (tahun 90an) belum diangkat menjadi bagian. Bahkan di LGBT pun belum ada, dibedakan, yang dirangkul masih gay sama lesbian, waria aja belum. Kita bisa ngebayangin, sebegitu diskriminatifnya,” kata Merlyn.


Simak fenomena bunuh diri LGBT melalui rubrik SAGA  Rabu (1/10) – Kamis (2/10) di Sarapan Pagi KBR, mulai pukul 06.00-06.30 WIB atau baca melalui http://portalkbr.com/berita/saga

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Dewan Pertimbangan MUI Minta Pemerintah Tak Usah Gubris Putusan MK soal Kolom Agama

  • Bupati Siak Minta Wilayah Rawan, Prioritaskan Dana Desa untuk Pencegahan Karhutla
  • Calonnya Mundur, Golkar Cari Ganti Bakal Calon Wagub Sumut