Bersahabat dengan pohon di rimba

Bersahabat dengan ikan di laut

Bersahabat dengan burung di langit

Bersahabat dengan gunung yang tinggi

Bersahabat dengan alam yang indah

Kita semua bersahabat

Sesama ciptaan tuhan


Itu sepenggal lirik lagu berjudul “Sahabat Green” ciptaan Bie Kiboe, vokalis grup band Konkrit Genggaman. Lagu ini lahir dari resah hati Bie akibat kabut asap yang menyelimuti Provinsi Riau sepanjang Januari-Pebruari lalu. “Melalui lagu ini, kami ingin mengajak semua pihak, tua dan muda untuk lebih bersahabat dengan alam, agar bencana kabut asap tidak terjadi lagi,” ujar Kiboe. Harapan ini sejalan dengan harapan warga Riau agar bisa menghirup udara bersih dan bukan udara dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berstatus “BERBAHAYA”. 


Dengan irama reggae, Konkrit Genggaman mengemas lagu ini dengan asik dan santai namun syarat pesan lingkungan berbahasa ringan. 


Konkrit Genggaman baru berusia satu tahun. Mereka adalah gabungan dari 8 orang anak muda berusia awal 20-an yang mengaku sangat cinta terhadap alam. Noer siam, Giano, Anoeng, Gedoy, Bie Kiboe, Anggi, Njo dan Agus  acap mengisi panggung kegiatan bertema cinta lingkungan. Misalnya pada acara Earth Hour yang ditaja WWF Riau, menjadi duta ecotoursm desa Buluh Cina oleh Walhi Riau, menciptakan lagu Raung dan Umba pada acara Greenpeace dan turut tampil di acara Debat Capres di hotel Bidakara Jakarta. 


Mereka juga mengisi panggung acara social dan ecotourism yang digelar Green Radio Pekanbaru di desa Gema Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau pada pertengahan Agustus lalu.


“ Kami berharap lagu-lagu kami bisa jadi inspirasi dan kepada Green Radio kami berharap karya-karya kami bisa lebih terexpose dan mengajak lebih banyak lagi orang-orang untuk cinta lingkungan,” papar Kibo.


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!