desa, kelurahan, lomba nasional, kemendagri

Sebanyak enam desa dan enam kelurahan meraih penghargaan dari Pemerintah sebagai pemenang juara lomba desa dan kelurahan tingkat nasional Tahun 2013. Piagam dan piala penghargaan kepada para pemenang diserahkan secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi di Jakarta.


“Perlombaan ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat perkembangan masyarakat, mendorong penguatan peran lembaga pemerintahan dan kemasyarakatan, memberi penghargaan dan apresiasi kepada masyarakat desa dan kelurahan atas prestasi yang telah diraih dalam proses-proses berpemerintahan, partisipasi dalam pembangunan serta inovasi-inovasi yang dilakukan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” kata Gamawan Fauzi dalam acara Temu Karya Nasional Perlombaan Desa dan Kelurahan Tahun 2013 di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.


Dalam kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun itu, Mendagri menghimbau kepada lurah dan kepala desa terbaik lomba pemilihan tingkat nasional ini untuk membuat demografi tentang desa dan kelurahannya masing-masing. “Demografi ini penting untuk mengetahui nilai-nilai sosial budaya dan adat-istiadat apa saja yang yang telah hilang selama ini,” papar Gamawan.


Dikatakan dia, melalui demografi yang telah disusun tersebut, kita bisa kembali membangun nilai sosial budaya, adat-istiadat yang telah tergerus terus. “Kita bisa kembali menghidupkan budaya gotong-royong di tengah masyarakat kita,” papar Gamawan.


Keenam desa yang meraih penghargaan tersebut adalah Nagari Limo Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat, Desa Pilangrejo Kabupaten Demak Jawa Tengah, Desa Kemadang Kabupaten Gunungkidul DI Yogyakarta, Desa Ungasan Kabupaten Bandung Jawa Barat, Desa Datah Diaan Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, dan Desa Kampung Kauhis Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara.


Sementara, enam kelurahan yang meraih penghargaan masing-masing Kelurahan Sumberjaya Kabupaten Pematang Siantar Sumatera Utara, Kelurahan Jebres Kota Surakarta Jawa Tengah, Kelurahan Pandeyan Kota Yogyakarta, Kelurahan Rejo Mulyo Kota Kediri Jawa Timur, Kelurahan Naikoten II Kota Kupang, dan Kelurahan Manggar Baru Kota Balikpapan Kalimantan Timur.


Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri Tarmizi A. Karim mengatakan, perlombaan desa dan kelurahan tingkat nasional ini didasarkan pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2005 dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan. Ada sejumlah indikator yang dinilai dalam perlombaan tersebut, yakni tingkat pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi, keamanan dan ketertiban, partisipasi, pemerintahan, kelembagaan dan PKK, keberhasilan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, inisiatif dan kreatifitas daerah dalam pemberdayaan masyarakat, tingkat kepatuhan terhadap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan serta kinerja camat, kepala desa, lurah, dan perangkatnya dalam pemberdayaan masyarakat.


“Para pemenang untuk kategori desa dan kelurahan masing-masing memeroleh piagam penghargaan dan piala Adikarya Bhakti Praja, piala Bhakti Praja Madya, piala Karya Bhakti Praja Muda, dan piala Bhakti Praja Utama, Madya, dan Muda untuk masing-masing pemenang secara berjenjang mulai dari juara I hingga harapan III,” jelasnya.


Selain mengikuti acara Temu Karya Nasional di Jakarta, lanjut Tarmizi, para pemenang dan perwakilan pemenang lomba tingkat desa dan kelurahan dari seluruh provinsi di Indonesia ini juga mengikuti serangkaian kegiatan nasional lainnya, seperti peringatan HUT RI ke-68 di Istana Negara, mendengarkan pengarahan dan informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan oleh Mendagri serta tatap muka dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta sejumlah menteri KIB II.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!