[Advertorial] Langkah Besar Selamatkan Dua Juta Hektar Gambut

Hasil pemetaan akan digunakan oleh BRG dan KLHK untuk menentukan intervensi restorasi serta mendukung proses penetapan kawasan lindung, kawasan budidaya, serta pengaturan tata kelola air

Kamis, 24 Agus 2017 10:59 WIB

KBR, JAKARTA – Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menyerahkan hasil pemetaan lahan gambut secara menyeluruh yang diakuisisi menggunakan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) di Jakarta. Ada 4 pemetaan yang dilakukan oleh BRG di daerah prioritas tahun pertama seperti Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Pulau Pisang dan Meranti. Hasil pemetaan akan digunakan oleh BRG dan KLHK untuk menentukan intervensi restorasi serta mendukung proses penetapan kawasan lindung, kawasan budidaya, serta pengaturan tata kelola air di lahan gambut.

Teknologi LiDAR digunakan untuk produksi peta gambut dalam skala besar, yakni 1:2,500 (setiap 1 sentimeter di peta sama dengan 25 meter permukaan bumi). “Saat ini BRG bekerja sama dengan beberapa universitas di tingkatan lokal untuk mengerjakan pemetaan dalam skala operasional 1:50,000. Pemetaan tersebut dipertajam dengan LiDAR untuk kebutuhan restorasi teknis gambut di lapangan, kami mengapresiasi kinerja tim yang telah mendukung tim pemetaan dalam menghasilkan peta skala besar,” jelas Nazir Foead, Kepala BRG.


Kemajuan kinerja BRG ini merupakan terobosan BRG pada tahun pertamanya, untuk terus berkonsetrasi menyelesaikan permasalahan gambut di Indonesia. Semuanya ini dilakukan untuk mencegah kebakaran lahan gambut yang luar biasa, yang pernah terjadi salah satunya kebakaran dan musibah asap pada tahun 2015 silam. Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Karliansyah berharap pemetaan LiDAR ini dapat digunakan bagi kementerian dan lembaga terkait untuk melindungi dan mengelola ekosistem gambut secara lebih lestari. 


Editor: Paul M Nuh

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi