[Advertorial] Citizenship dan Entrepreneurship Jadi Harapan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Siti Nurbaya berpendapat, citizenship merupakan elemen yang perlu dijaga, tetapi tetap harus diiringi dengan terapan kewirausahan.

Kamis, 24 Agus 2017 09:55 WIB

ilustrasi: pixabay.com

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan dukungan Galang Kemajuan (GK) Center, gelar Seminar Terapan Entrepreneurship Kelola Usaha Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk Anak Negeri. Sektor Lingkungan Hidup dan kehutanan memiliki modal potensi bisnis untuk dikembangkan, maka dari itu perlu ada terobosoan dengan menghubungkan konsep kewarganegaraan (citizenship) dan kewirausahaan (entrepreneurship). Indonesia sedang mengalami perubahan sudut pandang dalam pembinaan dan pengembangan lingkungan hidup dan kehutanan. "Unsur paradigmatik yang harus dijaga dalam lingkungan hidup dan kehutanan, yaitu prinsip pembangunan dan kelestarian, prinsip manfaat banyak bagi masyarakat luas, membangun produktivitas rakyat, membangun ekonomi domestik dan berkeadilan, jasa lingkungan sebagai basis pertumbuhan wilayah, serta limbah dan sampah sebagai sumber daya ekonomi", ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya berpendapat, citizenship merupakan elemen yang perlu dijaga, tetapi tetap harus diiringi dengan terapan kewirausahan. Kombinasi ini paling konkrit dilakukan, sejalan dengan program presiden yaitu Perhutanan Sosial. Perhutanan Sosial dapat optimal hanya dengan adanya interaksi bersama masyarakat dalam mengembangkkan kreativitas dan inovasi. Aparat dan masyarakat, harus dapat berinteraksi agar didapat manfaat nasional. Indonesia merupakan negara yang berprestasi dalam hal rasa percaya pemerintah oleh rakyatnya, terbukti dengan diraihnya rangking pertama dalam survei Gallup World Poll, sebagai pemerintah yang dipercaya oleh rakyat. Siti menambahkan, birokrat itu harus memberikan pelayanan, bukan mengarahkan tetapi berbagi pandangan dan nilai, harus posisikan bahwa rakyat itu bernilai, bukan hanya soal bekerja dan produktivitas saja, tapi ada partisipatif jangka panjang dan kolaboratif.

Siti kembali mengingatkan, perlu adanya format operasional pembangunan yang berarti bagi masyarakat bukan hanya sekadar komitmen untuk birokrat, birokrat tidak boleh berpikir hanya untuk saat ini, semuanya harus berpikir dan evaluasi, lalu kerjakan secara simultan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dalam menggali kapasitas kewirausahaan dalam mendukung pencapaian program kerja Kementerikan Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Proses pun tidak berhenti hanya pada seminar, tetapi akan ditindaklanjuti dengan Training of Trainer (ToT) oleh BP2SDM LHK bersama tokoh kewirausahaan. 


Editor: Paul M Nuh


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Bamus Tunda Penggantian Setnov

  • Hoaks 8 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Resahkan Warga Bengkulu
  • Salah Sasaran, Puluhan Ribu Penerima PKH Dihapus
  • Koresponden Asia Calling di Pakistan Terima AGAHI Award

PLN menggenjot pemerataan pasokan listrik dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur