Magang Mahasiswa UI: Surat Cinta untuk KBR

Tidak semudah yang dibayangkan.

Jumat, 22 Agus 2014 22:57 WIB

Magang UI


Selama lebih kurang dua bulan menjadi pengejar tenggat, saya telah menghasilkan sekitar 30 laporan untuk KBR baik dalam bentuk foto, tulisan, maupun audio. Dari semua laporan tersebut, ada satu laporan yang berkesan ketika saya meliput Deklarasi Koalisi Merah Putih di Tugu Proklamasi pada 14 Juli 2014. 


Pada kala itu, Prabowo Subianto (Selaku calon presiden dan pembina koalisi) melakukan jumpa pers mengenai deklarasi tersebut. Mulanya sejumlah media asing bertanya mengenai koalisi Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014 ini. Hingga pada akhirnya giliran jurnalis Jakarta Post yang mendapatkan kesempatan bertanya kepada Prabowo.

 

Jurnalis itu kemudian memperkenalkan diri bahwa ia berasal dari Jakarta Post. Setelah itu, ia bertanya kepada Prabowo apakah hal yang membuat koalisi memutuskan sikap untuk mendukung Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014. 


Mendapat pertanyaan dari wartawan tersebut, Prabowo memilih untuk tidak memberikan jawaban dan malah berkata bahwa pemilik media tersebut berengsek. Mendengar pernyataan tersebut saya terkaget, saya tak menyangka Prabowo akan menyatakan hal demikan di depan orang banyak, para jurnalis pula. Namun ketika saya bertanya kepada jurnalis lain di sebelah saya, ia berkata memang begitu perangai Prabowo.


Pengalaman diatas bukan merupakan sebuah pandangan atau pernyataan politik, melainkan hanya pengalaman yang saya alami sendiri di lapangan. 


Saya menjadi sadar bahwa menjadi jurnalis tidak semudah yang dibayangkan; bisa saja seorang jurnalis ditolak narasumber, dihardik, bahkan diancam nyawanya. Sebuah perjuangan yang tidak mudah. 


Saya juga jadi lebih menghargai setiap berita yang saya baca, dengar, atau lihat. Sebab saya tahu berita tersebut berasal dari sebuah proses pikir yang panjang dan melibatkan banyak orang.




Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Rekomendasi Pansus Angket, KPK Minta Presiden Tolak Revisi UU

  • Soal Pembangunan Gedung DPR, Ini Kata Mensesneg
  • Defisit Rp 100 Miliar, Pemkot Balikpapan Pangkas Seluruh Anggaran
  • Trump Ancam Tutup Operasional Pemerintah

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.