Magang UI

Sebanyak 12 mahasiswa dari Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI melakukan tugas magang di KBR dan PortalKBR selama dua bulan, mulai Juni-Agustus 2014. Selama magang mereka diterjunkan langsung ke lapangan untuk meliput dan mengabarkan informasi kepada Anda semua. Ini dia pengalaman mereka saat magang di Utan Kayu. 


Pria itu selalu ada di layar kaca. Semua orang mengelu-elukan dia bak seorang bintang papan atas. Banyak orang berdesak-desakan hanya untuk bisa bertatap muka dan bersalaman dengan dia. Baik dari kalangan bawah sampai atas dibuat penasaran dengan sosok pria ini.


Pada awal tahun 2014 namanya semakin besar dan gemilang. Kesuksesannya dia memimpin warga Solo membawa dia menjadi pemimpin ibu kota negara DKI Jakarta. Tak berhenti disitu, dia mendapat amanah yang lebih besar lagi untuk menjadi calon pemimpin negara dengan penduduk 5 terbesar dunia. Dua ratus juta lebih bangsa Indonesia akan menaruh harapan besar padanya. Lalu kusadari semakin jauh jarakku dengannya. Apalagi saya tidak terjun di dunia politik sama sekali. Sampailah aku pada kesimpulan 'Tidak mungkinlah saya bisa bertemu calon orang nomor satu Indonesia itu'.


Hari-hari sebagai mahasiswa jurnalistik ku jalani seperti biasa. Mendekati kelulusan, aku berpikir untuk mencari pengalaman di media berita. Beruntungnya universitas tempatku mengemban pendidikan menfasilitas mahasiswa jurnalistiknya dengan kerjasama dengan media-media besar di Jakarta. Aku mendapat kesempatan mencari pengalaman bekerja di Kantor Berita Radio. Tak ada perasaan senang atau sedih, hanya rasa takut dengan dunia kerja nyata.


Sistem kerja KBR yang dekat dengan isu-isu sosial, ekonomi, dan politik banyak memberiku pelajaran. Terlebih dengan bidang politik dan ekonomi nasional yang sudah lama membuatku penasaran. Aku semakin merasa tertantang ketika magang ini berlangsung bersamaan dengan masa pesta demokrasi terbesar Indonesia, yaitu pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014. Saya mulai melihat ada harapan untuk semakin dekat dengan pria yang sederhana namun berkharisma itu!


Awal bekerja saya ditempatkan di Badan Pengawas Pemilu dan Komisi Pemilihan Umum. Namun, tetap tak bisa bertemu langsung. Sebulan lebih berlalu dan masih juga belum beruntung. Saya pun pupus harapan. Tapi saya mendapat kebahagiaan lain bertemu dengan wakil-wakil rakyat dan figur-figur terbaik bangsa. Kesempatan yang tidak bisa semua orang dapatkan kecuali kita bermain di pemerintahan atau kerabat dekat.


Sampailah pada dua minggu terakhir kerja, saya ditempatkan di Balai Kota. Disitulah harapan saya bangkit lagi. Sehari dua hari saya ketemu partner bekerjanya Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, salah satu figur yang saya kagumi juga.


Sampailah pada satu minggu paling membahagiakan dalam hidup saya sebagai seorang mahasiswa jurnalistik. Saya ditugaskan mengikuti pria pilihan rakyat itu selama satu hari sampai seminggu lamanya. Saya melihat langsung kerja nyata dia. Saya melihat langsung ketegasannya akan janjinya pada rakyat. dMeski mengemban jabatan sebagai Gunernur DKI, bahkan presiden terpilih, pria itu yang akrab disapa Jokowi itu sama sekali tidak terlihat arogan tetapi justru membumi.


Saya bisa menjadi salah satu dari orang yang mewawancarai Jokowi. Tak ada jarak protokol, tak ada jarak kekakuan. Semua mengalir bagai percakapan biasa antara dia dan para jurnalis. Dia bahkan mengajak para jurnalis untuk makan bersama. Sesederhana itu.


Selama mengenal dunia jurnalistik, saya selalu sibuk dengan kekhawatiran kecilnya penghasilan jurnalis. Saya lupa dengan hal yang lebih besar di balik dunia yang melelahkan sekaligus memuaskan batin itu. Saya mendapat kesempatan untuk melihat lebih dekat sisi lain dari sosok-sosok wakil rakyat yang selalu ramai diperbincangkan di media. Saya juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan dan informasi dari orang-orang besar dan berpengaruh di tanah air. Jurnalis mendapat hak istimewa untuk bisa menjadi wakil rakyat juga dengan mengontrol kerja pemerintah melalui berita-berita cepatnya. Dan kesempatan itu sangat saya dapatkan di Kantor Berita Radio.


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!