Magang UI

Sebanyak 12 mahasiswa dari Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI melakukan tugas magang di KBR dan PortalKBR selama dua bulan, mulai Juni-Agustus 2014. Selama magang mereka diterjunkan langsung ke lapangan untuk meliput dan mengabarkan informasi kepada Anda semua. Ini dia pengalaman mereka saat magang di Utan Kayu. 


Magang di KBR bagi saya sangat menggambarkan profesi jurnalis yang sebenarnya. KBR memberi ruang bagi anak magang seperti saya untuk merasakan bagaimana menjadi Jurnalis yang sesungguhnya. Para Korlip dan editor memperlakukan anak magang seperti jurnalis profesional. Mereka memberi penugasan  ke lapangan atau wawancara kepada anak magang untuk meliput suatu isu yang penting dan hangat. 


Meski demikian, para anak magang tetap dibimbing oleh para editor dan korlip. Terlebih apabila hasil tulisan anak magang masih kurang baik dan tak memenuhi prinsip penulisan jurnalisme. Para editor dengan tangan terbuka menerima pertanyaan atau permintaan bantuan apabila anak magang kurang mengerti soal isu liputan. 


Dalam penugasan di kantor, saya biasanya ditugaskan untuk menulis berita luar negeri .Awalnya, ketika baru pertama kali menulis berita luar negeri, saya kebingungan mencari topik yang  hendak ditulis. Begitu banyak berita luar negeri yang ada di situs-situs berita luar negeri yang menurut saya bisa diangkat. Saya mencoba membuat satu tulisan berita luar negeri. Kemudian saya mendapat teguran dari editor yang menganggap tulisan berita saya tidak bagus. Akhirnya editor saya menuliskan beberapa tips memilih berita luar negeri. Dari situ saya juga menanyakan ke editor lain bagaimana menulis berita luar negeri yang baik dan benar. Saya mulai paham kesalahan saya dan coba memperbaikinya. Akhirnya saya tidak mendapat teguran lagi oleh editor dan berita luar negeri saya dimuat di portal KBR.


Bentuk bantuan yang di terima saya bukan hanya dari para editor. Saya juga sering dibantu oleh rekan-rekan jurnalis KBR lainnya, yang mendampingi saya ketika liputan di lapangan. Para Jurnalis senantiasa menjawab pertanyaan saya apabila saya kebingungan dalam menulis berita dari lapangan. Mereka juga memberikan saran-saran mengenai angle liputan atau lead pada penulisan.  Saya sangat merasa terbantu dengan hal itu, terlebih lagi kharakteristik jurnalisnnya yang ramah dan baik kepada saya. 


Dari pengalaman saya meliput peristiwa, kejadian dan lain-lain, saya menjadi lebih tahu dan paham mengenai persoalan yang ada di masyarakat. Secara otomatis pula pengetahuan saya juga bertambah. Selain itu,  saya menjadi orang pertama yang mengetahui perkataan narasumber dan peristiwa yang terjadi di lapangan. Dan saya juga berkesempatan bertemu dengan orang-orang penting dan terkenal ketika liputan.


Pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa profesi Jurnalisme merupakan profesi yang mendorong orang untuk keluar dari zona nyamannya setiap hari. Para jurnalis harus bertemu peristiwa, orang dan tempat yang berbeda setiap harinya. Dari beberapa hal asing yang ditemui, para jurnalis harus mampu  beradaptasi dan fokus mencari berita secara cepat. Itu tak mudah. Tapi untuk setiap orang yang menyukainya, hal itu menjadi kepuasan tersendiri jika sudah menaklukannya. 


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!