igra, lingkungan

KBR, Jakarta - Kota Surabaya diam-diam mencatat rekor sebagai kota yang menyabet tiga kali penghargaan Indonesian Green Region Award. Penghargaan pertama diperoleh pada 2011, selanjutnya di tahun 2012 dan 2013 sebagai pemerintah daerah tingkat II yang dinilai berhasil memiliki kebijakan pro-lingkungan dan hutan. Daerah lain yang sudah mengantongi penghargaan IGRA adalah Provinsi Bali (2010),  Kabupaten Karanganyar (2012) dan Kabupaten Malang (2013).

 

IGRA atau Indonesian Green Region Award tahun ini hadir sebagai ajang kelima sejak dimulai pada 2010 lalu. Ini adalah ajang penghargaan pertama yang diberikan perusahaan media untuk mendorong pemerintah daerah membuat kebijakan pro-lingkungan. IGRA adalah hasil kerjasama KBR dengan Majalah Swa sebagai salah satu wujud kepedulian perusahaan media terhadap isu hutan dan tata kelola hutan.

 

Provinsi, kabupaten atau kota yang memenangkan penghargaan IGRA adalah daerah yang punya kepedulian atas berlangsungnya lingkungan hidup dan tata kelola hutan secara terencana dan masif. Penghargaan ini diharapkan bisa mendorong pemangku kebijakan untuk terus membuat kebijakan yang pro lingkungan hidup.

 

Tahun ini, ada kategori baru di IGRA yaitu penghargaan kepada kabupaten dengan tata kelola hutan yang masif dan terencana. Penambahan kategori ini diharapkan bisa menunjukkan betapa pentingnya upaya perbaikan lingkungan hidup. Apalagi kenyataannya, Indonesia sebagai paru-paru dunia justru punya laju kerusakan hukum terbesar ketiga di dunia. 


Ilmuwan memperkirakan emisi yang ditimbulkan oleh deforestasi dan degradasi hutan mencapai sekitar 20% dari total emisi gas rumah kaca global per tahun. Jumlah ini lebih besar daripada emisi yang dikeluarkan oleh sektor-sektor lain, termasuk energi (CIFOR, 2010). Di Indonesia sendiri, deforestasi dan degradasi hutan menjadi sektor terbesar penghasil emisi.

 

Untuk bisa mendapatkan IGRA, daerah yang berminat bisa mendaftar langsung atau meminta usulan peserta dari provinsi. Usulan sendiri dibatasi maksimal dua kabupaten/kota untuk masuk ke nomine IGRA. Setelah itu setiap daerah diminta mengirimkan makalah sesuai aturan dari panitia IGRA. Seleksi dilakuan dengan sistem delphi, yang melibatkan banyak pakar, akademisi, dan sebagainya. Penilaian berlangsung sebanyak 2 tahap dan setelah itu tinggal presentasikan makalah tersebut ke hadapan dewan juri.

 

IGRA 2010: Provinsi Bali

IGRA 2011: Kota Surabaya

IGRA 2012: Kabupaten Karanganyar, Kota Surabaya

IGRA 2013: Kota Surabaya, Kabupaten Malang


Editor: Antonius Eko 


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!