konvensi UKM, YDBA, inspirasi

Sebanyak lebih dari 3.300 pengunjung menghadiri Konvensi UKM yang digelar Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) pada 23-24 Agustus 2013. Konvensi UKM menampilkan seminar, pameran 33 UKM Best Practice mitra YDBA yang bergerak di bidang manufaktur, perbengkelan, kerajinan & pertanian, serta Pesta UKM. Pada acara ini juga diadakan Lomba Fotografi, Lomba Painting on T-shirt dan Lomba Merangkai Manik.

Konvensi UKM dibuka oleh Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi & UKM Muhammad Taufik, Ketua Pembina YDBA Prijono Sugiarto, Ketua Pengurus YDBA F.X. Sri Martono di hadapan lebih dari 1.000 pelaku UKM di berbagai bidang yang berasal dari beberapa wilayah Indonesia, pada 22 Agustus malam.
 
Seminar UKM

Seminar diisi oleh narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya. Seminar UKM sebagai Value Chain Industri Manufaktur, menghadirkan narasumber Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia Gunadi Sindhuwinata dan Senior Advisor Gaikindo Noegardjito.  Setelah itu dilanjutkan dengan seminar Produk Kreatif untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan seminar On Becoming Development Agent for the growth of MSMEs.
 
Sementara itu seminar Pengembangan Agroindustri menghadirkan Presiden Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Joko Supriyono serta Pemilik Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya Abah Ibin sebagai narasumber. Dilanjutkan dengan Success Story from Grassroots dengan narasumber pemilik UKI Motor Dede Suparman, PT Mada Wikri Tunggal Khrisna Bharata dan Pemilik Chahyati Craft Endang Kurnawan.

Peserta seminar yang hadir di setiap sesi menunjukkan antusiasmenya. Ini terlihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Peserta sepertinya  tidak ingin menyia-nyiakan momen yang penuh manfaat ini. Santo, seorang karyawan perbankan yang hadir dalam seminar mengatakan, ”Saya jadi memiliki minat untuk memulai usaha.”

Konvensi UKM dengan tema “Inspirasi untuk Berbagi” dipersembahkan oleh YDBA dalam rangka merayakan ulang tahun yang ke-33, sekaligus sebagai apresiasi bagi mitra YDBA dan berbagi inspirasi kepada pelaku dan calon pelaku UKM di Indonesia. Dalam Konvensi UKM yang diadakan pertama kali oleh YDBA ini juga dianugerahkan enam penghargaan kepada Instruktur Terbaik, UKM Hijau, Lembaga Keuangan Mikro Terbaik,  Lembaga Pengembangan Bisnis Terbaik, UKM Lifetime Achievement dan UKM Mandiri.

Pameran UKM 

Di pameran UKM dihadirkan 33 UKM Best Practice Mitra YDBA, yang memamerkan produk-produk hasil karyanya, serta berbagi inspirasi dengan para pengunjung pameran agar bisa tertular virus wirausaha. Rido, pengunjung yang ditemui ketika berkunjung ke salah satu booth mengungkapkan, “Kalau ingin membina network, Konvensi UKM ini tempatnya.”

Di sisi lain, sebagai UKM yang telah menjadi mitra YDBA sejak 2004, Hendra Setiawan, pemilik PT Trilogam Indojaya yang bergerak dalam bidang bengkel bubut dan berdiri sejak 1992 di Cikarang, sangat menyambut baik acara Konvensi UKM ini. “Pameran ini juga membuka peluang baru untuk menjaring pelanggan, melalui pengunjung yang berkunjung ke booth kami. Selain itu, bidang usaha kami jadi lebih luas, karena bertemu dengan mitra lain yang bisa diajak kerjasama, ” ujarnya.

Pesta UKM  

Di panggung hiburan keseruan yang dihadirkan beda lagi. Band Wali berhasil membius perhatian pengunjung dengan lagu-lagu hitsnya. Saking semangatnya, seorang pengunjung bernama Saiful sampai tidak sadar saat aksi jogetnya mengikuti alunan musik Wali direkam oleh banyak pengunjung lain. “Saya penggemar Wali, senang sekali bisa lihat penampilan mereka langsung di sini, plus tambah ilmu di seminar tadi pagi,” terangnya. Pesta UKM semakin meriah dengan penampilan Fatin, Ayu Dewi serta band The Icons dan Katakita.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!