[Webtorial] Cara Mahasiswa FISIP UI Mengawal Pemilu Presiden 2014

Lewat aksi simpatik dan diskusi panel dengan timses kedua pasang capres-cawapres di UI.

Selasa, 01 Jul 2014 10:03 WIB

FISIP untuk Bangsa, FUB II

Kampanye hitam rupanya bikin gerah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI 2014. Dengan tajuk #BosanBlackCampaign, mahasiswa FISIP UI ini turun ke jalan untuk mengajak masyarakat ikut bersikap kritis soal kampanye. Bagi mereka, yang jauh lebih penting adalah mengkritisi hal-hal substantive, bukannya membicarakan isu yang tidak jelas kebenarannya. 


Aksi simpatik #BosanBlackCampaign ini dilakukan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/6) lalu, bertepatan dengan ulang tahun Kota Jakarta. Saat aksi para mahasiswa mengajak masyarakat ikut membubuhkan tanda tangan di spanduk besar dengan tulisan #BosanBlackCampaign Selain itu mahasiswa juga membagikan hasil kajian dari Tim Kajian #SATUFISIP juga mengundang publik hadir di Diskusi Panel FISIP Untuk Bangsa II. 


Diskusi panel digelar pada Selasa (24/6), dengan judul “Bedah Visi Misi dan Rekam Jejak Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2014”.  Diskusi yang diadakan di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP, Universitas Indonesia merupakan perwujudan dari  kampanye #BosanBlackCampaign. Diskusi Panel FUB II mengajak masyarakat untuk menajamkan pengetahuan tentang visi-misi, program, dan rekam jejak yang dimiliki kedua pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden, tak sekedar aspek figur saja. 


Dalam diskusi, hadir juru bicara dari tim sukses masing-masing capres dan cawapres. Ada Tantowi Yahya dari kubu Prabowo-Hatta, juga ada Anies Baswedan dari kubu Jokowi-JK. Diskusi ini imoderatori oleh Direktur Eksekutif Poltracking Institute, Hanta Yuda. Sementara itu yang menjadi panelis adalah Nuri Soeseno, dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Meidi Kosandi, dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia serta Bara Lintar Sanggabuana, Ketua BEM FISIP UI 2014. 


Tim Kajian #SATUFISIP juga turut menyemarakkan diskusi. Mereka memaparkan hasil kajiannya mengenai permasalahan yang terjadi di Indonesia dari delapan perspektif ilmu di hadapan Tantowi Yahya dan Anies Baswedan. Keduanya terlihat sangat mengapresiasi gagasan-gagasan yang dilontarkan oleh Tim Kajian #SATUFISIP tersebut. Tim Kajian #SATUFISIP terdiri perwakilan dari tiap departemen yang ada di FISIP UI, yaitu Departemen Ilmu Politik, Ilmu Hubungan Internasional, Sosiologi, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Kriminologi, Ilmu Komunikasi, Antropologi, dan Ilmu Administrasi. 


Diskusi FUB II ini dimaksudkan untuk mengawal Pemilu Presiden 2014, sekaligus mewujudkan partisipasi sebagai warga negara. Dan yang paling penting adalah sama-sama belajar menjadi pemilih yang cerdas dan kritis. 


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.