Buku Menulis untuk Telinga, Mervin Block, penerbit KBR68H dan MDLF, penyunting Bambang Bujono, jurnalisme penyiaran

V. Tentang Gaya Penulisan


PENULIS baru sering bertanya, apakah ia boleh menulis berita dengan gayanya sendiri, atau harus mengikuti gaya di studio tempatnya bekerja. Ini pertanyaan manusiawi, karena setiap orang ingin menjadi dirinya sendiri, ingin mempunyai sesuatu yang berbeda dengan kepunyaan orang lain. Tapi, bila kita balik bertanya kepada penulis itu, apa yang dimaksudkan dengan gaya, umumnya tak ada yang menjawab dengan jelas.


Menurut Writing Broadcast New—Shorter, Sharper, Stronger, gaya penulisan berita ditentukan oleh apa yang Anda tulis, dan bagaimana Anda menuliskannya. Bagaimana itu meliputi pilihan dan pemakaian kata-kata, dan cara Anda menyusun kalimat dengan kata-kata itu.


Jadi, gaya tergantung pada Anda sendiri, dan tak begitu saja bisa kita miliki, tidak seperti kita membeli makanan cepat saji: pesan, langsung bayar, dan makan. Kata orang Prancis, gaya itu seperti menaruh sekarung beras di ujung jari: sebutir demi sebutir. Maksudnya, kita mesti bekerja terus-menerus: membaca, mendengarkan, mempelajari, dan menulis, menulis, dan menulis. Untuk kemudian, barangkali, Anda akan menemukan gaya sendiri sebagaimana didefinisikan sebuah kamus: “yang berbeda daripada yang lain, yang sangat bagus, yang orisinil, dan yang mempunyai karakter.”


Tapi bagaimana itu mungkin? Menemukan gaya yang lain daripada yang lain saja rasanya hampir mustahil, karena begitu banyaknya penulis berita di zaman sekarang. Tapi dengan gaya sendiri atau tidak, seorang penulis harus tetap menulis. Dengan kata lain, berniat menemukan gaya sendiri atau tidak, sang penulis harus bekerja dan bekerja: selalu membaca ulang; melakukan otokritik, dan menuliskan kembali artikel berita yang lalu-lalu untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik; selalu mengasah keterampilan; dan seterusnya.Konon, dengan cara seperti ini gaya itu akan muncul dengan sendirinya.


Tapi tidakkah yang diharapkan pendengar adalah berita yang hangat, akurat, dan bermanfaat dan disampaikan dengan mudah dan jelas? Pendengar sesungguhnya tak peduli siapa penulis berita itu, dan seperti apa gayanya.


Bila Anda masih menganggap penting memiliki gaya sendiri dan karena itu Anda memprogramnya dalam rencana kerja Anda, bacalah beberapa kutipan dari men of letters berikut ini.


Sebelum gaya yang baik, pertama-tama adalah kejelasan [tulisan].

Aristoteles


Kata-kata, seperti lensa pada kacamata, memburamkan semua hal yang tak diperjelas oleh lensa itu.

Joseph Joubert


Siapa saja yang ingin menulis dalam gaya yang jelas, mestilah ia mempuyai pikiran yang jernih terlebih dahulu.

Goethe


Dalam hal bahasa, kejelasan adalah segalanya.

Konfusius


Saya menyadari benar, bahwa kecanduan seseorang pada celana dalam dari sutera tak dengan sendirinya menyatakan bahwa kakinya bersih; tak kurang dari soal itu, gaya, seperti sutera tipis, seringkali menyembunyikan eksim.

Albert Camus


Hanya pikiran luas dan cerdas bisa menghasilkan gaya sederhana.

Stendhal


Hanya hewan yang tak bergaya, sayangnya mereka bukan penulis sekadar tukang ketik.

Truman Capote


Tanpa gaya mustahil ada satu karya pun yang bernilai dalam semua cabang kesastraan atau puisi.

Voltaire


Apa pun yang bisa dikatakan dengan kata-kata yang lebih sederhana dalam bahasa yang sama tanpa menghilangkan rasa dan martabatnya,

adalah sesuatu yang buruk.

Samuel Taylor Coleridge


Gaya adalah saripati dari berpikir.

Robert Louis Stevenson


Pertama-tama dapatkan fakta yang benar; itulah dasar dari segala gaya.

George Bernard Shaw


Kata-kata tanpa pikiran tak akan pernah terbang ke surga.

William Shakespeare


VI. Sejumlah Contoh Dan Lain-Lain

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!