Queen, Green Radio

“Lennon is a genius...” begitu bunyi lirik dari lagu Queen yang berjudul “Life is Real” yang diciptakan oleh Freddie Mercury untuk mendiang John Lennon setelah kematiannya. Lagu tersebut mungkin saja berhubungan sekali dengan lagu John yang berjudul ‘Love’ yang diawali dengan lirik “ Love is real...”. Pada awal lagu terdengar denting piano seperti bel, yang mungkin saja disengaja untuk mengingatkan kita akan lagu John Lennon yang berjudul “(Just Like) Starting Over” dan “ Beautiful Boy”. Di Indonesia, kita bisa mendengar bunyi yang sama pada lagu “Pupus” milik band DEWA. Lagu tersebut dibuat sebagai bentuk kekaguman dan penghargaan Freddie Mercury terhadap musisi jenius tersebut.


Berbicara soal jenius di bidang musik, Freddie tidak kalah jenius dibanding John Lennon. Kita bisa mengetahuinya dengan mendengar lagu – lagu ciptaannya yang dibawakannya bersama Queen. Simak lagu “Love of My Life”. Dari segi lirik mungkin tema yang diangkat tidak jauh beda dengan lagu cinta yang lain, tapi Freddie mengemasnya dengan intro awal piano yang membuat banyak telinga khusuk mendengarnya, sekaligus mengingatkan kita akan komposisi musisi klasik era romantik karya Frederic Chopin, atau era Baroque karya Johann Sebastian Bach. Pada bagian tengah lagu duet antara dentingan piano Freddie dan alunan   gitar Brian May yang menyayat pada lagu ini, juga menjadi daya tarik yang tersendiri. Lagu ini dibuat untuk kekasih sekaligus “love of his life”-nya Mary Austin yang dipacarinya selama 7 tahun. Tercatat band Extreme dan Scorpion juga membawakan ulang lagu ini.


Queen menjadi pengusung band Rock Revolusioner ketika “Bohemian Rhapsody” lagu yang memasukkan unsur opera didalamnya menjadi hits dan  bertengger selama 17 minggu di tangga lagu Inggris. Lagu ini menjadi lagu yang sangat digemari dari generasi ke generasi alias tidak lekang jaman,tidak ketinggalan pula lagu – lagu Freddie lainnya yang menjadi hits ketika bersama Queen, ataupun ketika dia bersolo karier dan berduet dengan penyanyi lainnya seperti Michael Jackson di lagu “ There Must Be More To Life Than This” dan diva opera Spanyol Montserrat Caballe di lagu “Barcelona”.


Bukan hanya Paul McCartney yang menciptakan lagu sebagai tanda cinta untuk hewan peliharaannya lewat lagu “Martha My Dear” bersama The Beatles. Brian May, gitaris Queen juga melakukan hal yang sama lewat lagu “All Dead”. Di lagu ini ia mengungkapkan kesedihannya akibat kematian kucing peliharaannya. May juga tidak kalah kontribusinya untuk lagu – lagu hit di Queen. Lagu – lagu seperti “We Will Rock You”, “Flash”, “Save Me”, dan tentu saja lagu “Too Much Love Will Kill You” yang ia ciptakan bersama Frank Musker (komposer) dan Elizabeth Lamers (penyannyi jazz) juga tidak kalah populernya. Ada satu hal lagi yang perlu dicatat, Brian Harold May menggunakan gitar yang hanya berharga delapan poundsterling di semua rekaman yang menjadi hit Queen. Gitar tersebut ia buat sendiri, karena tak sanggup membeli Fender Stratocaster. Ia memutuskan membuat gitarnya sendiri dengan bantuan ayahnya. Badan gitar terbuat dari mahoni solid yang diambil dari perapian berusia 200 tahun dan pegas – pegas tremolonya (secara sederhana b

isa diartikan pengait / tempat bersandar  senar pada gitar)  diambil dari motor tua.


Queen juga mempunyai seorang ‘Rod Stewart’ di posisi penabuh drum. Dia seorang mahasiswa  Kedokteran Gigi, yang membanting setir ke jurusan Biologi karena merasa bosan dengan urusan gigi. Namanya Roger Taylor. Lewat lirik “...someone still loves you...”, yang menyatakan kecintaan pendengar kepada media radio, ia ikut menciptakan lagu hit di Queen yang berjudul “Radio Ga Ga”. Bila kita mendengarkan secara seksama beberapa cuplikan konser Queen, maka kita akan mendengar ada suara backing vokal yang seraknya nyaris sama dengan Rod Stewart, itulah suara dari Roger Taylor, teman satu band Brian May di Smile. Selain lagu tersebut, lagu “A Kind of Magic” dan “Heaven for Everyone” adalah lagu –lagu yang juga menjadi hit dari Queen yang berasal dari gubahannya.


Michael Jackson adalah salah satu penggemar Queen. Setelah menyaksikan konser Queen di Los Angeles, ia menyarankan kepada Mercury untuk menjadikan lagu “Another One Bites The Dust” sebagai single mereka. Akhirnya lagu tersebut dirilis sebagai single pada tanggal 22 Agustus 1980, dan pada tahun berikutnya lagu tersebut meraih penghargaan sebagai lagu single pop/rock favorit di ajang American Music Awards. Sang pencipta lagu hit tersebut adalah personel Queen yang paling pendiam dan paling muda, the lucky seventh yang bernama John Deacon. Sebelum memutuskan John Deacon sebagai bassist tetap di Queen, mereka harus melaluinya dengan gonta-ganti enam pemain bass dalam waktu singkat. Brian May pernah berujar tentang John Deacon: “Kami tahu dialah orangnya, walaupun dia sangat pendiam. Dia nyaris tidak pernah berbicara dengan kami”. Dia juga pencipta tembang hit Queen yang berjudul “You’re My Best Friend”, yang diciptakan untuk istri sekaligus teman baiknya Veronica, yang juga dimainkan ulang secara akustik oleh group band bernama Once. 


Terakhir, bersepeda selain menyehatkan badan dan membuat hati senang, juga dapat mengurangi polusi udara dan bunyi secara signifikan. Mengganti mobil atau motor pribadi dengan sepeda pribadi sebagai alat transportasi ke sekolah,kantor, supermarket, dan tempat lainnya boleh dicoba. Queen sangat mendukung salah satu gerakan ‘Go Green’ini. Tidak percaya? Simak saja lagu yang diciptakan Freddie Mercury saat ia berada di Prancis untuk album Queen yang bertajuk ‘Jazz’. Saat itu ia mengamati tempat dimana ‘Tour de France’ (kompetisi sepeda tahunan di Prancis dan sekitarnya) 1978 akan dilaksanakan, dan inspirasi itu berbuah menjadi lagu yang berjudul ”Bycycle Race”. 


Lagu ‘Go Green’ ini beserta lagu – lagu diatas lainnya boleh disimak di radio yang memaparkan banyak gaya hidup ‘Go Green’ lainnya. Ya, di frekuensi inilah Anda akan mendengarkan lagu-lagu legendaris tersebut di hari Jumat (6/6/2014) pukul 11.00 WIB di acara yang mungkin bisa disebut Winning Eleven (berdasarkan waktu mengudara dan lagu-lagunya yang jawara). Ingat cuma satu radio yang tidak nekoneko soal gerakan ‘Go Green’: 89.2 FM Green Radio, Ecolifestyle.


Penulis adalah Music Director Green Radio 89,2 FM, sekaligus penanggung jawab program “Winning Eleven”. 


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!