[Webtorial] Dicari: Lima Anak Muda Paling Inspiratif

Satu Indonesia Award 2014 mencari anak muda dengan semangat berkarya dan bisa member manfaat bagi masyarakat luas.

Senin, 23 Jun 2014 14:28 WIB

Astra, Satu Indonesia Award

“Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”


Itu adalah salah satu kutipan terkenal dari bekas presiden Soekarno untuk menggambarkan betapa penting peran anak muda bagi kemajuan suatu bangsa. Paham ini juga yang dianut oleh PT Astra Internasional yang mencari anak muda Indonesia dengan semangat berkarya dan keinginan untuk memberi manfaat untuk masyarakat luas. Bedanya hanya di jumlah. Kalau Soekarno minta 10 pemuda, maka PT Astra Internasional lewat Satu Indonesia Award 2014 mencari lima pemuda pemudi untuk “mengguncangkan” dunia. 


Program Satu Indonesia Award 2014 ini diluncurkan pada Maret lalu di Jakarta. Ada lima bidang yang disasar untuk program ini yaitu pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, kesehatan dan teknologi. Dari semua bidang itu akan dicari lima peserta dengan proses inspiratif mereka. Jalur yang ditempuh bisa bermacam-macam; bisa mendaftarkan diri sendiri atau orang lain yang mendaftarkan nama Anda.


Yang masuk dalam jajaran dewan juri tahun ini bukan orang sembarangan. Mereka adalah Emil Salim, dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UI, Kepala BKKBN Fasli Jalil, Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs Nina Moeloek, pakar teknologi informasi Onno Purbo, pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Tri Mumpuni, dan Dirut PT Tempo Inti Media Tbk Bambang Harymurti.


Kriteria penilaian akan menyesuaikan dengan informasi yang masuk, untuk menentukan siapa yang akan diundang atau diusulkan. Sejumlah faktor yang akan dihitung misalnya kebaruan serta keunikan ide, orisinalitas, luasan dampak serta aspek kesinambungan program. 

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik di tautan ini

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.