[Advertorial] Pameran Fotografi “we will have been young”

Mereka mengembangkan rangkaian foto yang mengusung tema masa muda dan masa depan di wilayah Asia Tenggara

Rabu, 02 Mei 2018 11:27 WIB

Pameran "we will have been young" menampilkan karya-karya dua belas fotografer muda dari delapan negara di Asia Tenggara. Mereka mengembangkan rangkaian foto yang mengusung tema masa muda dan masa depan di wilayah Asia Tenggara. Proyek ini diinisiasi oleh OBSCURA Festival of Photography bekerja sama dengan Goethe-Institut Malaysia serta Ostkreuz Agentur der Fotografen (Ostkereuz – biro fotografer). Kegiatan ini di mulai pada tahun 2016, di mana sejumlah peserta terpilih telah mengikuti workshop Masterclass Fotografi Asia Tenggara dibawah bimbingan Tobias Kruse dan Jörg Brüggemann. Sebagai kelanjutan workshop, para fotografer bekerja pada proyek-proyek perorangan selama satu tahun lamanya yang kemudian diterbitkan ke dalam sebuah buku foto bertajuk “we will have been young”. Adapun rangkaian cerita foto menarik ini berkaitan dengan berbagai isu seperti kencan online dan transformasi hubungan, penyakit dan dampak psikologis yang ditimbulkan, konstelasi keluarga dan identitas, nostalgia dan kesementaraan, perumahan sosial dan urbanisasi, tantangan psikososial, marginalisasi penduduk asli, homoseksualitas dan pencarian rasa memiliki, skena klub sebagai tanda pemberontakan, klub Vespa kreatif, identitas gender pada anak sekolah, perlakuan kejam dan kerinduan akan rasa berada di rumah.

Pameran ini pertama kali ditampilkan di Festival Fotografi OBSCURA 2017 di Malaysia dan berlanjut di Jakarta pada tanggal 8 Mei 2018, di Komunitas Salihara. "we will have been young" di selanjutnya akan melakukan tur keliling ke negara-negara lainnya di Asia Tenggara dan kawasan Asia-Pasifik serta Jerman.

“we will have been young” menampilkan karya-karya Alvin Lau (Malaysia), Amrita Chandradas (Singapura), Dennese Victoria (Filipina), Dwi Asrul Fajar (Indonesia), Elliott Koon (Malaysia), Geric Cruz (Filipina), Kanel Khiev (Kambodja), Lee Chang Ming (Singapura), Linh Pham (Vietnam), Muhammad Fadli (Indonesia), Watsamon Tri-yasakda (Thailand) dan Yu Yu Myint Than (Myanmar).


foto oleh Kanel Khiev 

Berikut agenda “we will have been young” di Komunitas Salihara yang dibuka pada 8 Mei 2018.

ACARA PEMBUKAAN

8 Mei 2018 pukul 19.00 WIB

Pertunjukan musik oleh Uda Sjam

PAMERAN

9 – 27 Mei 2018

11.00 – 20.00 (Selasa –Sabtu)

11.00 – 15.00 (Minggu)

Tutup - setiap Senin dan hari libur nasional

ARTIST TALK

12 Mei 2018 pukul 14.00 WIB

bersama Muhammad Fadli, Dwi Asrul Fajar, Lee Chang Ming

“A STREAM UNDER THE TABLE”

26 Mei 2018 pukul 14.00 WIB

Tempat: Komunitas Salihara

Jalan Salihara No.16 Jakarta Selatan


foto oleh Muhammad Fadli

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.