Seandainya Anda Presiden, Apa Gagasan Anda?

Gagasan yang lahir dari orang biasa seperti kita untuk disampaikan kepada capres-cawapres.

Rabu, 14 Mei 2014 10:00 WIB

Seandainya saya presiden, sayapresiden

KBR, Jakarta – Pemilu Presiden akan berlangsung 9 Juli mendatang. Pergerakan politik mulai makin bergeliat setelah proses rekapitulasi suara dirampungkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Koalisi antar partai juga terlihat semakin matang. 


Apakah Anda sudah mengantongi pilihan capres dan cawapres Anda? 


Siapa pun yang kelak menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia selama lima tahun mendatang, mereka punya tugas berat. Dan modal utama untuk menjalani tugas berat itu adalah ide-ide cemerlang sekaligus konkrit untuk membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik. 


Lewat “Seandainya Saya Presiden” kami ingin mengajak Anda untuk ikut serta terlibat dengan menyumbangkan gagasan: apa yang sebaiknya dilakukan presiden dan wakil presiden lima tahun mendatang. Gagasan yang lahir dari pemikiran orang-orang biasa, yang berangkat dari pengalaman hidup dan kejadian sehari-hari, semestinya bisa ikut berkontribusi bagi kemajuan bangsa. 


Gagasan yang lahir dari orang biasa bukanlah gagasan yang biasa-biasa saja. Karena kita – saya dan Anda – melihat dan terlibat dengan persoalan hidup sehari-hari. Dan kita pun berjuang untuk keluar dari persoalan itu dengan cara kita masing-masing. Ide seperti itulah yang diharapkan muncul dan hadir dalam “Seandainya Saya Presiden”. 


Anda bisa mengirimkan gagasan Anda lewat tulisan atau video kepada kami. Informasi lebih lanjut klik “Seandainya Saya Presiden” di sini atau ikuti di @PortalKBR dengan tagar #sayapresiden 


Kami tunggu sampai 15 Juni 2014 ya!

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.