Tahun ini, KBR menginjak usia yang ke-18.  Hampir sebaya dengan reformasi Indonesia yang membuka keran kebebasan media di Indonesia, yang ingin dikawal oleh KBR sejak saat pertama kali masih berupa ide.  Setelah memasuki usia dewasa, KBR terus berkembang bersama 600 radio jaringannya di Indonesia dan 200 di Asia dan Australia. Menjangkau rentang usia beragam, dari millineals hingga penikmat informasi independen yang menjadi pendengar setia KBR.  Berikut 9 hal unik yang menggambarkan perjalanan dan sejarah KBR sebagai satu-satunya media yang menyediakan konten inspiratif, tepercaya.

1. Bukan Gelombang Radio
KBR dulu dikenal dengan nama 68H. Banyak yang menduga-duga apa yang dimaksud dengan angka 68H ini. Karena berbasis di radio, maka banyak yang dulu mengira 68 adalah gelombang atau frekuensi di FM atau AM. 68H pada nama KBR68H dulu sebetulnya adalah nomor kantor KBR pertama, yaitu di Jl Utan Kayu No 68H.
Idenya datang dari sebuah buku yang mengisahkan soal media radio di luar negeri  yang menggunakan nama jalan sebagai nama radionya. Lalu, awak KBR kala itu berdiskusi dan memustuskan memetik ide itu. Jadilah nama jalan digunakan di belakang kata Kantor Berita Radio.

2. Inisiatif Awal
KBR tidak langsung berbentuk perusahaan media ketika berdiri pada 1999, namun hanya sebagai sebuah program radio di bawah ISAI (Institut Studi Arus Informasi). ISAI adalah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang demokratisasi informasi, dengan kepedulian utama pada kebebasan berekspresi, kebebasan pers dan kebebasan berpikir. Tak sampai setahun kemudian, KBR melepaskan diri dari bawah ISAI dan berdiri sebagai perusahaan media dengan nama PT Media Lintas Inti Nusantara.

3. Program Pertama
Buletin Sore adalah program yang pertama kali dibuat oleh KBR sejak 1999. Pada awalnya KBR hanya memproduksi berita-berita pendek berdurasi 30 hingga 60 detik. Ini berarti, Buletin Sore adalah program yang  sudah melayani publik selama 18 tahun. Setelah itu, baru menyusul program-program lainnya seperti Kabar Baru dan Buletin Pagi. Tak lama, menyusul juga berbagai program perbincangan interaktif dengan topik yang berbeda setiap harinya.

4. Tujuh Radio Pertama
KBR saat ini dipancarluaskan lewat satelit dan streaming internet. Tahun 1999 dulu, pengiriman hanya mengandalkan sambungan internet. Bisa dibayangkan bagaimana lambatnya internet pada 18 tahun lalu. Tujuh radio pertama yang menyiarkan program KBR,  DMWS FM Kupang, Nebula FM Palu, RPK FM Jakarta, Top FM Denpasar, SPFM Makassar, Prima FM Banda Aceh, dan Radio Unisi FM Yogyakarta mengalami masa perjuangan mengunduh file berita dari KBR.
Untuk jaringan di Jakarta, KBR sempat mengakalinya dengan mengirim audio Buletin Sore menggunakan kurir bermotor untuk mengantar kaset rekaman. Tapi sejak awal 2000-an KBR menggunakan satelit. Masalah itu teratasi dan radio jaringannya bisa menyiarkan berita serentak dan live!

5. Di Mana Mendengarkan KBR
Di mana mendengarkan siaran KBR? Ini adalah pertanyaan klasik yang dihadapi oleh KBR. Di Jakarta, KBR tidak memiliki frekuensi bersiaran sendiri. Sementara di daerah, setiap radio menyiarkan program KBR yang berbeda-beda. Karena itu, KBR sebagai media content company sekarang memiliki aplikasi sehingga pendengar bisa menyimak program-program KBR secara leluasa, di mana pun dia berada.



6. Pernah Mendapat Penghargaan dari Raja
Di Indonesia, KBR jadi langganan berbagai penghargaan baik di dalam dan luar negeri karena aktivitas lembaga maupun karya jurnalistiknya. KBR adalah media pertama dan hingga kini satu-satunya di dunia yang mendapat penghargaan dari Raja Belgia, King Baudoiun Award. Penghargaan ini diberikan karena KBR dinilai berjasa terhadap usaha memajukan taraf hidup masyarakat melalui penguatan demokrasi, pengembangan toleransi dan partisipasi aktif masyarakat dengan cara memproduksi dan menyebarkan informasi berkualitas lewat radio jaringan di daerah.

Penghargaan raja Belgia ini adalah salah satu penghargaan bergengsi di dunia. Individu dan lembaga yang pernah memenangkan penghargaan ini antara lain penulis dan pejuang pendidikan pembebasan asal Brasil, Paulo Freire.

7. Media Berbasis Audio
Di Indonesia, tidak banyak media berbasis audio yang memproduksi feature atau cerita dalam bentuk panjang. KBR secara reguler memproduksi Saga dan Asia Calling – program feature radio yang kaya suara, mengangkat berbagai cerita menarik di Indonesia dan Asia. Saga menjadi program yang paling sering memborong penghargaan jurnalistik – mulai dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Adinegoro Award, sampai Tolerance Prize dari International Federation of Journalist (IFJ).



8. Punya Program Berita Regional Berbahasa Inggris
Tahukah Anda apa yang terjadi di negara tetangga? Jangan-jangan Anda lebih tahu apa yang terjadi di Amerika Serikat, ketimbang perkembangan politik di Filipina. KBR menghadirkan Asia Calling, your window on Asia – untuk memberikan gambaran lebih dalam soal negara-negara tetangga kita di Asia. Asia Calling adalah satu-satunya program berita regional yang diproduksi oleh media di Indonesia dan disiarkan oleh media-media independen di Asia. Asia Calling diproduksi dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

9. Program Teranyar
Sarapan apa yang paling Anda butuhkan di pagi hari? Jawabannya, sarapan yang bergizi; terdiri dari berita yang paling update dan lagu terkini untuk menemani pagi Anda. KBR Pagi adalah program terbaru yang dihadirkan KBR untuk menemani aktivitas Anda di pagi hari. Sebagai siaran pagi radio paling update, KBR Pagi hadir bersama Hilbram Dunar dan Adit Insomnia. Program ini juga mengudara di 11 kota utama di tanah air.


Untuk memperingati ulang tahun ke-18 ini KBR menggelar kuis sejak pertengahan April hingga pertengahan Mei 2017 dengan hadiah pulsa, telepon genggam, modem, voucer hotel serta produk minuman untuk para pendengarnya.  Kuis ini terselenggara berkat kerjasama KBR dengan: Astra Internasional , SmartFren , Best Western Cawang , Best Western Mangga Dua , dan Fiesta Black Tea. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!