Myrna A. Safitri, Deputi III BRG RI membuka acara Pelatihan Fasilitator Desa dan Pemetaan Sosial Desa Peduli Gambut. Foto oleh BRG RI.

KBR, Jakarta - Senin (17/4), Badan Restorasi Gambut atau BRG mengadakan pelatihan fasilitator dan pemetaan sosial desa peduli gambut. Acara tersebut digelar pada 17 hingga 20 April 2017, berlokasi di Media Hotel & Towers, Jakarta. Acara secara resmi dibuka oleh Myrna A. Safitri sebagai Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG RI. Acara pelatihan ini diikuti oleh para fasilitator desa yang akan mendukung program desa peduli gambut, para peserta pelatihan akan ditempatkan di desa-desa yang akan menjalani pendampingan terhadap warga desa untuk mengelola lahan gambut.

Melalui Peraturan Presiden No. 1 Tahun 2016, Badan Restorasi Gambut resmi dibentuk sebagai lembaga non-struktural yang bertanggung jawab kepada presiden, untuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi restorasi lahan gambut. Dalam penjelasannya, Myrna menyampaikan bahwa ada 4 pokok paparan utama dalam acara pelatihan tersebut, yang pertama mengenai desa peduli gambut dan kawasan perdesaan gambut. Yang kedua, hak dan akses pemanfaatan ekosistem gambut. Yang ketiga, pengembangan potensi ekonomi berbasis desa dan kawasan. Yang keempat, mengenai kerangka pengamanan sosial.


Suasana Pelatihan Fasilitator Desa dan Pemetaan Sosial Desa Peduli Gambut. Foto oleh BRG RI.

Program Desa Peduli Gambut atau DPG merupakan kerangka program untuk intervensi pembangunan pada desa-desa/kelurahan di dalam atau sekitar Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG), yang menjadi target restorasi gambut. Myrna pun menegaskan, bahwa program Desa Peduli Gambut merupakan program yang memiliki pengukuran kesuksesan yang jelas, melalui indeks desa membangun yang memiliki aspek ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, ketahanan lingkungan yang terukur.

Pada tahun 2017, ada beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan BRG, seperti pemetaan sosial dan spasial desa peduli gambut, pendampingan desa peduli gambut, perencanaan pembangunan desa peduli gambut dan kawasan perdesaan gambut, peningkatan kapasitas penyusutan peraturan desa, peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan, peningkatan kapasitas pembentukan BUMDes, Peningkatan nilai tambah produk desa unggulan, supervisi pelaksanaan restorasi gambut. Myrna menambahkan bahwa program pelatihan ini diadakan untuk mendorong tim fasilitator desa untuk menumbuhkan percaya diri masyarakat desa untuk mengelola lahan gambut di sekitarnya. BRG percaya dengan pulihnya gambut, juga akan memulihkan kemanusiaan.


Editor: Paul M Nuh

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!