Soleh Solihun di Segmen

Tak puas hanya menjadi penyiar Yuhu Pagi selama 5 minggu ini, Soleh Solihun, mulai merambah menjadi bagian tim kreatif Yuhu. Di ruang kerja Yuhu, Selasa (5/4/2016), ia terlihat belajar membuat rundown dan pengajuan sponsor. Ia juga mencari tema yang bagus dan lucu, agar menarik untuk pendengar. Salah satu tema yang akan ia angkat adalah berita soal salah satu telepon genggam produksi dari negara Cina yang tengah booming. Untuk itu, ide-ide kreatif dan menguntungkan, harus dimunculkan. Tak sekedar membuatnya menjadi skrip, penulis buku “Majelis Tidak Alim” ini pun membuat pengajuan kerjasama ke perusahaan yang membuatnya, untuk segmen digital.

Soleh, rupanya tak hanya jago dalam urusan komedi saja, tapi juga jago bahasa mandarin. Ketika membuat surat penawaran pun, alumni Jurnalistik Universitas Padjajaran ini mencantumkan bahasa mandarin yang diketiknya sendiri. “Ya senenglah belajar jadi tim kreatif, lebih banyak sukanya. Jadi, yang bagus itu bukan host doang, kalau host-nya bagus tapi kreatifnya gak bagus, siaran pun jadi gak bagus, begitu juga sebaliknya,” ujar pria yang banyak mengisi acara hiburan di berbagai program TV ini. Disela-sela keseriusannya membuat material siaran, tim kreatif Yuhu yang lain menggoda Soleh. Ruangan itu pun jadi penuh canda tawa. Pria yang lahir di Bandung, 2 Juni 1979 ini menanggapinya dengan membalas memberikan komentar lucu, layaknya ketika ia tengah berstand up komedi. 

Selain belajar membuat rundown dan naskah siaran Yuhu, Soleh yang pernah menjadi wartawan di majalah musik dan pria dewasa ini pun, sudah beberapa minggu ini menjadi reporter Yuhu. Jika sedang berada di lokasi syuting, ia pun bergerilya mencari beberapa teman-teman artisnya untuk diwawancarai. Omes, Sule, Tora Sudiro, Fitri Tropika pun ia kulik-kulik apa musik dan lagu-lagu kesukaan mereka. Wawancara itu akan dikemas untuk segmen “Move On” atau Musik Favorit Orang Ngetop.

Manager Yuhu, Ozzy Rifan yang mendampingi Soleh mengatakan, timnya memang memberi tantangan kepada penyiar Yuhu, supaya bisa merasakan apa yang dilakukan oleh tim kreatif. Karena selama ini penyiar hanya membaca atau melakukan improvisasi dari skrip yang sudah dibuat oleh tim kreatif. ”Dengan begini, mereka gak bisa lagi ngomong: ‘Ih, ini gak lucu atau gak seru, karena mereka akhirnya bisa merasakan perjuangan tim kreatif untuk menghasilkan tema. Apalagi kalau kita lagi brain storming (penggalian ide), kita gak bisa seakur ini!” ujar Ozzy.

Nah, penyiar Yuhu yang lain, harus bersiap-siap juga menerima tantangan ini, supaya bisa lebih mengerti dengan tema yang dibahas, karena dicari, dipilih dan dibuat sendiri.


 Editor : Vivi Zabkie  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!