Franto, di meja kerjanya.

Meja kerjanya dipenuhi dengan parfum berbagai merk dan aroma. Buku-buku tebal soal bisnis dan keuangan berjejer rapi di rak mejanya. Dandanannya pun selalu trendy dan stylist. Sepatu mengkilat, kemeja licin dan rambut dibentuk model mohawk masa kini. Itulah penampilan sehari-sehari Group Account Manager KBR, Pahotan Franto Simanjuntak. Kami memanggilnya Franto. “Sebagai marketing kita harus selalu tampil wangi dan rapi di depan klien,” itu alasan Franto soal tampilannya. Sudah 6 tahun ia bekerja di KBR. Menurutnya ada hal menarik di perusahaan content company yang saat mempunyai 600 radio jaringan ini. “Ada hal yang tidak dimiliki radio lain, dalam segi pemberitaan dan hal kekeluargaan. Di sini, cukup erat kekeluargaannya, bahkan KBR sudah menjadi  rumah kedua bagi saya,” ujar pria yang mengenal KBR sejak masih kuliah di Universitas Indonesia ini.

Tugas yang diemban pecinta travelling dan film ini adalah mengkoordinir 3 anggota timnya untuk membangun performa terbaik dalam pencapaian target penjualan. Ia mengaku, paling tidak 70 persen dari target yang diberikan manajemen terhadap timnya berusaha dicapainya. “Enaknya di marketing itu, kita berfikir konsep lalu kita mengaplikasikannya ke dalam sebuah proposal. Tapi tak sebatas itu juga, setelah itu kita bertemu stake holder untuk menjelaskan konsep. Jadi kita tak bergerak di balik layar tapi juga muncul ke permukaan untuk bertemu klien,” jelasnya.

Penyuka ayam goreng ini mengaku, saat bertemu dengan klien, tak jarang mereka lebih senang bercerita daripada membahas proposal. “Jadi, intinya  kalau ketemu kita bercerita dulu tentang hal lain sebelum membahas proposal, bahkan ada klien yang malah curhat,” kata Franto tertawa. Ada kisah cinta di balik seringnya ia menemui klien. Sekitar setahun lalu, ketika Franto menghadiri acara BUMN Award, maksud hati ingin menawarkan produk KBR kepada salah satu bank BUMN melalui karyawatinya, tapi Franto malah ditawarin balik untuk menjadi nasabah bank tersebut. Bermula dari situ, karyawati tersebut kini menjadi calon isterinya. “Bulan Juli 2016 nanti, rencananya kita akan ke pelaminan,” pungkas pria yang saat ini tengah mengambil studi S2 di Sekolah Tinggi Manajemen PPM.


Editor: Paul M Nuh

 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!