Toleransi antar umat beragama (ilustrasi)

Toleransi antar umat beragama (ilustrasi)

Nilai-nilai demokrasi, pluralisme dan kebebasan berekspresi adalah nadi KBR. Nilai-nilai itu diturunkan dalam sejumlah program seperti Agama dan Masyarakat yang mengetengahkan nilai pluralisme.

Tak mudah mengusung nilai-nilai ini. Setelah Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa haram tentang sekularisme, liberalisme dan pluralisme pada 2005, tekanan terhadap mereka yang menyuarakan toleransi menguat. KBR ikut menjadi sasaran protes kelompok intoleran.  Ratusan orang mendemo Komunitas Utan Kayu yang di dalamnya terdapat kantor KBR. Salah satu yang diprotes adalah acara yang diudarakan KBR yaitu Agama dan Toleransi (sekarang mengudara dengan nama Agama dan Masyarakat).  Untunglah KBR mendapat dukungan dari kelompok toleran seperti Banser NU yang datang menjaga kantor KBR hingga berminggu-minggu lamanya.

Ujian selanjutnya adalah bom buku pada Maret 2011. Bom buku yang ditujukan kepada Ulil Abshar Abdallah, pendiri Jaringan Islam Liberal berkantor di komunitas Utan Kayu.  Bom meledak di Kedai Tempo yang biasanya menjadi tempat berkumpul awak KBR.  

#16TahunKBR

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!