#16TahunKBR Latih Ribuan Staf Radio

Dari urusan konten sampai teknis.

Rabu, 29 Apr 2015 10:00 WIB

Kualitas produk jurnalistik dan program radio KBR telah menjadi rujukan radio-radio di Indonesia dan mancanegara. KBR mengembangkan kapasitas awak dan kontributornya juga mengajak mitra radio untuk turut maju dengan membagi pengalaman dan ilmu. Mulai dari ilmu jurnalistik radio yang berkualitas, hingga pengembangan kapasitas lain seperti marketing dan manajemen bisnis radio. KBR sedikitnya telah melatih 3000 staf radio dari jurnalis, penyiar, teknisi, marketing hingga manajer radio di seluruh Indonesia.  

KBR juga menjadi tempat magang jurnalis dan mahasiswa yang ingin belajar tentang jurnalistik radio. Mahasiswa tak hanya datang dari kampus dalam negeri seperti Universitas Indonesia dan Unniversitas Padjadjaran, tapi juga mancanegara seperti Australia dan Burma. Jurnalis radio Voice of Democracy VOD (Kamboja)  dan Democratic Voice of Burma (DVB)  juga pernah magang di KBR.

Dengan dorongan mengembangkan kualitas media ini, KBR juga membidani lahirnya Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN)  yang fokus pada pengembangan kualitas jurnalisme dan media.  

#16TahunKBR

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.