16 Tahun KBR

16 Tahun KBR

KBR berdiri pada 29 April 1999, ditandai dengan pengiriman berita pertama dari KBR ke radio jaringannya. Setelah 16 tahun, KBR memiliki banyak penghargaan – baik kepada media atau untuk karya jurnalistiknya. ada banyak penghargaan yang diraih. Penghargaan itu ada yang ditujukan kepada KBR sebagai media dengan segala inovasi yang dilakukan, juga atas kualitas tinggi karya jurnalistik yang dihadirkan oleh jurnalis KBR. 

Kualitas produk KBR teratas di Indonesia. Paling mudah adalah melihat daftar penghargaan yang diraih oleh para jurnalis dan kontributor KBR atas tulisannya. Tak hanya tingkat nasional, jurnalis KBR juga meraih penghargaan tingkat regional dan internasional. Dalam beberapa penghargaan jurnalistik, kategori radio disapu bersih oleh jurnalis dan kontributor KBR.

Penghargaan ini diraih karena KBR menetapkan standar tinggi dalam pemberitaan dan penulisan jurnalistik. Ini juga yang menjadi alasan radio Radio Deutsche Welle, SBS Australia,  Radio Nederland dan the Voice of America memilih menggunakan produk jurnalistik dari KBR.  

#16TahunKBR  

Penghargaan bagi KBR 

-2013, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sebagai radio tanggap bencana

-2012 Kementerian Kehutanan RI, atas usahanya mensukseskan gerakan menanam 1 milyar pohon.

-2009, King Baudouin Foundation International Development Prize, dari Kerajaan Belgia, atas usahanya memajukan taraf hidup masyarakat melalui penguatan demokrasi, pengembangan toleransi dan partisipasi aktif masyarakat dengan cara memproduksi dan menyebarkan informasi berkualitas lewat radio jaringan di daerah. 

-2008, Warga Pratama, BNN

-2008, Danamon Award, atas usahanya membuka akses informasi untuk masyarakat Yahukimo, Papua

-2006, Museum Rekor Dunia Indonesia; jaringan radio terbanyak di Indonesia 

-2004, penghargaan dari Gateway Foundation, Jerman.

-2003, penghargaan dari Gateway Foundation, Jerman.

-2003, The Tech Museum Award, atas perannya membuka akses informasi untuk masyarakat luas, dengan menggunakan perkembangan teknologi.

Penghargaan karya jurnalistik 

Karya-karya jurnalistik KBR banyak mengangkat laporan mendalam atau investigasi tentang hukum, keadilan, kesetaraan, keadilan sosial, diskriminasi, intoleransi dan lain-lain. Laporan-laporan mendalam tersebut disiarkan dalam program SAGA, program unggulan KBR. 

Tahun 2015 

-Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2014 Kategori Radio untuk Aisyah Khairunnisa dan Erwin Djamilgo atas karya berjudul “Di Balik Polemik Hitung Cepat RRI”

-Anugerah Jurnalistik Inovasi HPN 2015 Kategori Siber atas karya berjudul “ Menanti Thukul Pulang” 

Tahun 2014

-Anugerah Jurnalistik Pertamina kategori feature radio untuk Nur Azizah atas karya “Perempuan Berdaya karena Biogas Tinja”

-Fellowship Advancing Civic Engagement & Leadership Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Sutami 

-Fellowship for journalists “Better Journalism for Better Environment” yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bersama WWF Indonesia untuk Pebriansyah Ariefana 

-Penghargaan Jurnalistik Adinegoro 2013 dari PWI untuk Rumondang Nainggolan atas karya “Pengabdi Negara yang Terbuang” 

-Fellowship kesehatan dari LSM Forum Peduli Kesehatan dan PINDAI untuk Evelin Falanta 

-Diversity Award 2014 dari Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk) untuk Taufik Wijaya meraih atas karya-karyanya yang mengedepankan aspek toleransi 

-Fellowship liputan anti-korupsi dari PPMN untuk Sindu Darmawan dengan liputan soal Dana Bansos Kemenakertrans

Tahun 2013

-Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) kategori media Radio untuk Quinawaty Pasaribu atas karya “Wisata Religi Makam Gus Dur”

-Juara 1 Anugerah Jurnalistik Pertamina kategori feature radio untuk Rumondang Nainggolan atas karya “Biogas dari Desa Areng” 

-Juara 2 Anugerah Jurnalistik Pertamina untuk Yudi Rachman atas karya “Krisis BBM”

-Pemenang utama ICCTF Media Award 2013 untuk Irvan Imamsyah atas karya “Mekarjaya, Dari Desa Pembalak ke Pelestari Lingkungan” menyisihkan 170 karya untuk kategori cetak dan online 

-Fellowship SEJUK-IJTI untuk liputan keberagaman untuk Pebriansyah Ariefana dengan karya feature “Sekolah anak-anak Ahmadiyah di Cianjur” 

-Lomba karya jurnalistik SIEJ untuk Gungun Gunawan atas karya “Kerusakan Lingkungan Ancam Nusakambangan” 

-Liputan Media Terbaik tentang Isu Anak AJI-UNICEF untuk Novaeny Wulandari dengan karya “Aku Dijual Ibu” 

-Nomine liputan media terbaik tentang isu anak AJI-UNICEF untuk Yudha Satriawan (kontributor Solo), Dimas Riski, Indra Nasution, M. Irham, Nur Azizah, Nurika Manan, Rumondang Nainggolan 

-Apresiasi Jurnalis Jakarta AJI Jakarta kategori radio untuk Yudi Rachman dengan karya “Bidan Bergaji 15 Ribu” 

-Fellowship liputan keadilan pangan dan perubahan iklim di Papua dari AJI Jakarta-OXFAM untuk Damar Fery Ardiyan dengan karya “Panen Ubi Wamena”

-Adinegoro Award dari PWI untuk Irvan Imamsyah dengan karya “Petaka Tambang Pasir di Tasik Selatan” 

-Finalis Adinegoro Award untuk Taufik Wijaya dengan karya “Menanti Terang di Bumi Dipasena Lampung”

Tahun 2012

-Fellowship dari IPS Asia Pacific untuk Quinawaty Pasaribu dengan proposal soal pengrusakan hutan di Jambi dan pemulihannya dengan karya “Restorasi Hutan Jambi”

-Fellowship AJI Jakarta untuk meliput Kongres ke-IV Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara untuk Rumondang Nainggolan dengan karya “Seri Kodhoba, Adat yang Menyatukan” dan “Padamara: Kampus 1000 Rupiah”

-Beasiswa liputan feature pengendalian tembakau AJI Jakarta “Suara Para Korban”untuk M. Irham dengan karya “Kisah Bekas Perokok Melawan Perusahaan Rokok” dan Rumondang Nainggolan dengan karya “Pasien Kanker Laring Berjuang Sembuh”

-Juara 1 MH Thamrin Award (PWI Award) kategori radio untuk Erric Permana dengan karya “Rugi Triliunan Rupiah Akibat Macet”

-ICBC Bank Award juara 1 kategori radio untuk Novri Livinus dengan karya “Tuna Netra Pengajar Matematika”

-ICBC Bank Award juara 2 kategori radio untuk Rumondang Nainggolan dengan karya “Pasien Kanker Laring” 

-Fellowship dari AJI Jakarta untuk liputan korupsi pengadaan barang dan jasa untuk Yudi Rachman, Pebriansyah Ariefana dan Taufik Wijaya dengan liputan “Menguak Dugaan Korupsi Pengadaan Pupuk di Kementerian Pertanian” 

-Fellowship dari SIEJ untuk Irvan Imamsyah untuk kursus menyelam

-Indonesian Radio Awards, juara 1 Jusuf Ronodipuro Award untuk Nur Azizah dengan karya “Birahi di Balik Jubah Habib”

-Indonesian Radio Awards, juara 2 Jusuf Ronodipuro Award untuk Mellie Cynthia dengan karya “Keadilan untuk Perempuan Penyintas”

-Indonesian Radio Awards, juara 3 Jusuf Ronodipuro Award untuk M. Irham dengan karya “Sekolah Memaksaku Beragama”

-Anugerah Jurnalistik Pertamina juara 2 untuk Yudi Rachman dengan karya “Sampah Menerangi Dunia” 

-Apresiasi Jurnalis Jakarta AJI untuk Quinawaty Pasaribu dengan karya “Restorasi Hutan Jambi”

-Lomba Jurnalistik Kementerian Pertanian “Aku Bangga Jadi Petani” untuk Ikhsan Raharjo dengan karya “Petani Terakhir Gunung Pongkor” 

-Anugerah Pewarta Wisata Indonesia juara 3 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  untuk Taufik Wijaya dengan karya “Desa Wisata di Kaki Ciremai” 

-Penghargaan jurnalistik akses keadilan dan HAM, UNDP dan Bappenas juara 2 kategori radio untuk Yudi Rachman dengan karya “Buruh Menantang Ajal”

-Penghargaan ILO-AJI Jakarta soal pekerja anak dan pendidikan, juara 1 kategori radio untuk Ikhsan Raharjo dengan karya “Kisah Anak di Perut Bumi” 

-Journalist Award untuk Perlindungan Buruh Migran juara 1 untuk Quinawaty Pasaribu dengan karya “Surat Bodong TKI”

-Journalist Award untuk Perlindungan Buruh Migran juara 3 untuk Guruh Dwi dengan karya “Buruh Migran Rentan Tertular HIV/AIDS”

-Beasiswa penulisan artikel untuk mendukung advokasi RUU Keadilan dan Kesetaraan Gender AJI Indonesia untuk Rumondang Naionggolan dengan karya “Potret Buram Korban Kriminalisasi KDRT”

Tahun 2011

-Penghargaan Jurnalistik Jasa Raharja, juara 3, untuk Dede Riani dengan karya ”Masinisku Malang”

-Penghargaan Jurnalistik Adinegoro, juara 1 kategori radio untuk Taufik Wijaya dengan karya ”Suap di Penjara”

-Penghargaan Karya Jurnalistik Terbaik tentang Anak AJI Indonesia-UNICEF, untuk Liza Desylanhi dengan karya ”Anak-anak Cisalada dalam Trauma”. Enam nomine lainnya juga berasal dari KBR. 

Tahun 2010 

-Anugerah Pesona Wisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, juara 3 untuk Heriyanto (kontributor) dengan karya ”Menikmati Upacara Gawai Dayak”

-Karya jurnalistik terbaik anak AJI-UNICEF, juara 1 untuk Shinta Ardhany dengan karya ”Kawin Paksa Sumba Tengah” Dua nomine lainnya berasal dari KBR. 

-Anugerah Jurnalistik Pertamina, nomine untuk Yudha Satriawan dengan karya ”Revolusi Industri Batik Solo”

-Indonesian Radio Awards, juara 1 Heriyanto dengan karya ”Semunying Melawan”

-Indonesian Radio Awards, juara 2 M. Usman dengan karya ”Perburuan Harimau Sumatera”

-Indonesian Radio Awards, juara 3 Dede Riani dengan karya ”Wisata Kumuh Jakarta”

-Indonesian Radio Awards, nomine untuk Didi Saputra dan Taufik Wijaya

-SEAPA Journalism Fellowship ”An ASEAN Community by 2015: Vision or Delusion?” untuk Heriyanto dengan karya ”Nasib TKI di Kebun Sawit”

-Apresiasi Jurnalis Jakarta AJI Jakarta, kategori investigasi untuk Taufik Wijaya dengan karya ”Vila Bodong di Taman Nasional Gunung Halimun Salak”

-Apresiasi Jurnalis Jakarta AJI Jakarta, kategori feature radio untuk Liza Desylanhi dengan karya ”Menabung di Bank Sampah”

Tahun 2009

-Indonesian Radio Awards, juara 1 untuk Erna Dwi Lidiawati dengan karya “Menelusuri Jejak Penyelundup Eboni”

-Indonesian Radio Awards, juara 2 untuk Tatik Yuniarti dengan karya “Limbah Exxon di Aceh Utara”

-Indonesian Radio Awards, juara 3 untuk Vivi Zabkie dengan karya “Tak Aman di Kantor Polisi”

-Penghargaan Jurnalisme untuk Akses terhadap Keadilan UNDP, juara 1 untuk Vivi Zabkie dengan karya “Tak Aman di Kantor Polisi” Lima nomine lainnya berasal dari KBR. 

-Anugerah Jurnalistik KPU, juara 1 untuk Heriyanto dengan karya “Manipulasi Pemilu di Pedalaman Kalimantan”

-Anugerah Jurnalistik KPU, juara 2 untuk Yudha Satriawan dengan karya “Pengerahan PNS Guru di Surakarta untuk Pemilu 2009”

-Apresiasi Jurnalis Jakarta AJI Jakarta, juara 1 kategori radio untuk Irvan Imamsyah dengan karya “Privatisasi Mata Air Sukabumi”

-Adu Kreasi Anugerah Jurnalistik Pertanian Departemen Pertanian, juara 3 untuk Arin Swandari dengan karya “Berkelompok, Mencari Solusi”

-Lomba Karya Jurnalistik IJTI-Exxon, juara 1 Suryawijayanti dengan karya “Perempuan Melawan Kekerasan”

-Lomba Karya Jurnalistik IJTI-Exxon, juara 2 Didi Saputra dengan karya “Tokoh Toleransi dari Blitar Selatan”

-Asia Pacific Award for Excellence in Environmental Journalism APFJE untuk Elise Potaka dengan karya “The Murky World of Coal Mining in China”

-Anugerah Jurnalistik Tata Ruang Dirjen Tata Ruang Departemen Pekerjaan Umum, juara 2 untuk Sutami dengan karya “Menata Wilayah Lewat Perpres Jabodetabekpunjur”

-Penghargaan Jurnalistik untuk Liputan Isu Perburuhan AJI Indonesia, juara 1 untuk Andreas Ronny dengan karya “Buruh Ambil Alih Pabrik”

-Penghargaan Jurnalistik untuk Liputan Isu Perburuhan AJI Indonesia, juara 2 untuk Irvan Imamsyah dengan karya “Nestapa di Terminal 4 TKI”

Tahun 2008

-Media Partnership Jurnalisme Flu Burung Departemen Pertanian & FAO, juara 1 kategori radio untuk  Taufik Wijaya dengan karya “Tangkal Flu Burung di Pasar Tradisional”

-Anugerah Pesona Wisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, juara 3 untuk Heriyanto degan karya “Wisata di Titik Kulminasi”

-Karya Jurnalistik Terbaik Anak AJI-UNICEF, juara 1 untuk Rachmat Jayadi dengan karya “Anak-anak Transito”

-Karya Jurnalistik Terbaik Anak AJI-UNICEF, juara 2 untuk Yudha Satriawan dengan karya “Dolanan Anak Tersingkir”

-Karya Jurnalistik Terbaik Anak AJI-UNICEF, juara 3 untuk Mustakim dengan karya “Sekolah Inklusif Buat Semua”

-Adhi Karya Masyarakat Energi Terbarukan Indoensia untuk Jurnalis, juara 1 kategori radio untuk Sutami dengan karya “Mengoptimalkan Energi Surya” Dua nomine lainnya juga dari KBR. 

-Adu Kreasi Anugerah Jurnalistik Pertanian Departemen Pertanian, juara 1 Taufik Wijaya dengan karya “Berdayakan Petani Lewat Ilmu Pemasaran dan Teknologi Modern”

-Adu Kreasi Anugerah Jurnalistik Pertanian Departemen Pertanian, juara 2 Budhi Kurniawan dengan karya “Melesat ke Pasar Global”

-Adu Kreasi Anugerah Jurnalistik Pertanian Departemen Pertanian, juara 3 Suryawijayanti dengan karya “Panen Raya Kedelai Raksasa dengan Pupuk Mikroba Bio P200Z”Dua karya terpilih lainnya juga dari KBR

-Apresiasi Jurnalis Jakarta AJI Jakarta, juara 1 kategori radio  Rebecca Henschke dengan karya “Pembakaran Mesjid Ancam Kebebasan Beragama di Indonesia” Dua finalis lainnya juga dari KBR. 

-Lomba Karya Jurnalistik Tingkat Nasional Persatuan Wartawan Multimedia Indonesia, juara 1 Muliarta dengan karya “Subak di Tengah Himpitan Wisata”

-Penghargaan Jurnalistik untuk Liputan Isu Perburuhan AJI Indonesia, American Center for International Labor Solidarity & Friedrich Ebert Stiftung, juara 1 Monique Rijkers

-Program anti narkoba Yayasan Cinta Anak Bangsa, Gold Winner Dahlia Citra Buana dengan karya “Dari Bani, Kita Belajar Hidup” (Program Green Talk)

-Anugerah Jurnalistik Pertamina,juara kategori feature radio, Laban Abraham dengan karya “Jelantah Pengganti BBM”

Tahun 2007

-Karya Jurnalistik Terbaik Anak AJI-UNICEF, juara 1 Fariansyah dengan karya “TK Seribu Perak”

-Karya Jurnalistik Terbaik Anak AJI-UNICEF, juara 2 Sri Lestari dengan karya “Perdagangan Anak di Indramayu”

-Karya Jurnalistik Terbaik Anak AJI-UNICEF, juara 3 Suryawijayanti dengan karya “Perbudakan Anak di Sumba”

-Apresiasi Jurnalis Jakarta AJI Jakarta, juara 1 kategori radio Rebecca Henschke dengan karya “Indonesia Smokes Out the Lungs of The World” & “Bio-diesel Fuels Conflict in Central Kalimantan”

-Anugerah Pesona Wisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, juara 3 Suryawijayanti dengankarya “Keliling Saujana Borobudur”

-SEAPA Journalism Fellowship “Human Rights vs a Culture of Impunity in Southeast Asia” untuk Nita Roshita dengan karya “Borderless Education: The Lives of Thai Moslem Students in Yogyakarta”

-Lomba Jurnalistik Lingkungan di Kendari, Sulawesi Tenggara untuk Kiki Andipati dengan karya ”Kelola Laut Saponda”

-Lomba Penulisan Jurnalistik soal Lingkungan Yogyakarta untuk Febriana Sinta dengan karya ”Biogas untuk Rumah Tangga”

Tahun 2005

-The Friedrich-Naumann-Stiftung Radio Award, juara 2 kategori minifeature Nita Roshita “Direct Local Election”

Tahun 2004

-Tolerance Prize Southeast Asia International Federation of Journalists, juara kategori radio Ayu Purawaningsih dengan karya “Indonesian Migrant Worker, The Neglected Foreign Exchange Heroes” Nomine lainnya juga berasal dari KBR. 

-Anugerah Jurnalistik Pertamina, juara kategori radio, Arin Swandari dengan karya “Saatnya Belajar Menerima Kenaikan Harga BBM”

-Penghargaan Jurnalistik KPU, juara 1 feature untuk Monique Rijkers

-Penghargaan Jurnalistik KPU, juara 2 feature untuk Suryawijayanti dengan karya “Pemilu 2004 Beda!”

Tahun 2003

-Tolerance Prize Southeast Asia International Federation of Journalists, juara kategori radio Ayu Purwaningsih dengan karya “Racial Riots in May 1998: Four Years Gone By and Forgotten” Nomine lainnya juga dari KBR 

-The Friedrich-Naumann-Stiftung Radio Award, juara 1 kategori radio talkshow program, Dewi Safitri & Fuad Bakhtiar dalam program “Dari Bilik Suara” dengan tema ‘Perempuan dalam Parlemen’

Tahun 2002

-The Friedrich-Naumann-Stiftung Radio Award, juara 3 kategori talkshow “Regional Autonomy”

-The Friedrich-Naumann-Stiftung Radio Award, juara 2 kategori mini feature “Our Member in Parliament”


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!