Wakil Presiden, Jusuf Kalla bersama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dan Menteri KLHK, Siti Nurbaya, saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/2). Foto: Eko W

KBR, Surabaya - Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, mengapresiasi langkah Kota Surabaya dalam mengelola sampah dan menjadikan manfaat. Dalam sambutanya pada acara Hari Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang digelar di Pantai Kenjeran Surabaya, Selasa (28/2/2017), Jusuf Kalla, mengatakan bahwa permasalahan sampah di kota-kota maju, jika dikelola dengan baik akan menjadi manfaat. Namun akan menjadi bencana jika salah dalam pengelolaannya.
Dalam hal ini Jusuf Kala mencontohkan kasus peristiwa longsornya sampah di TPA Leuwigajah yang mengakibatkan tewasnya 157 warga pada tanggal 21 Februari 2005 lalu.

"Sampah ini bisa menjadi manfaat jika dikelola dengan baik, tapi bisa jadi bencana jika salah kelola. Kita masih ingat bencana Leuwigajah Bandung. Cukup ironis karena Bandung banyak ahli planologi di sana. Jangan sampai bencana itu terulang," ujar Jusuf Kalla dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa sampah adalah bagian dari kehidupan masyarakat. Dalam hal ini Jusuf Kalla mengukur semakin maju suatu kota, maka sampah yang dihasilkan akan semakin besar. "Sampah adalah bagian dari kehidupan kita, maka dari itu, jangan memusuhi sampah, kita harus menjadi bagian untuk mengelola sampah," tegasnya.

Selain mengapresiasi keberhasilan Kota Surabaya tentang pengelolaan sampah, Wakil Presiden juga mengajak masyarakat Surabaya khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk peduli terhadap sampah dan lingkungan.
"Jangan hanya bergantung kepada Ibu Walikota Tri Rismaharini saja, tapi masyarakat harus berperan aktif dalam mengelola sampah, terutama sampah rumah tangga," sambung Kalla.

Kota Surabaya sendiri terpilih menjadi kota percontohan di Indonesia dalam hal pengelolaan sampah lewat program 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle). Pasalnya, ada banyak inovasi yang dilakukan dan selaras dengan tujuan pemerintah pusat. Di mana pada 2020 mendatang Indonesia harus bersih dari sampah.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, di Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Pantai Kenjeran Surabaya mengungkapkan, dalam pengelolaan sampah yang paling penting adalah menggerakkan masyarakat. Dia pun menilai Pemkot Surabaya mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk aktif dalam pengelolaan sampah.

Salah satunya melalui lomba kebersihan seperti Surabaya Green and Clean dan Merdeka Dari Sampah. “Penting untuk mengdepankan asas kebersamaan dalam pengelolaan sampah. Sebab, pemerintah kota/kabupaten tentu tidak bisa ngopeni sendiri. Semakin banyak warga yang sudah mengolah sampah dari sumbernya, tentunya akan semakin bagus," ujar Menteri Siti Nurbaya.

Surabaya terpilihnya menjadi lokasi peringatan HPSN 2017 dikarenakan besarnya komitmen Pemkot Surabaya dalam pengelolaan sampah. Tolok ukurnya yakni dari berbagai inovasi yang dilakukan serta prestasi Surabaya yang telah beberapa kali meriah penghargaan Adipura.

“Ke depan, yang perlu lebih dibenahi adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mengurangi penggunaan sampah non organik seperti kemasan minuman dan makanan,” pungkas Siti.

Acara Peringatan Hari Sampah Nasional kali ini diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan diisi dengan pemberian penghargaan kepada kelompok masyarakat yang berperan aktif mengelola sampah di antaranya kelompok-kelompok bank sampah, serta para nelayan.  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!