[Advertorial] Mentan Siap Kucurkan Bantuan Benih Jagung untuk Gempita Jatim

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman optimis mampu mewujudkan swasembada jagung di tahun 2017. Bahkan mengekspor jagung 3 juta ton ke Malaysia.

Rabu, 08 Mar 2017 10:08 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman optimis mampu mewujudkan swasembada jagung di tahun 2017. Bahkan mengekspor jagung 3 juta ton ke Malaysia.

Terkait hal ini, dalam kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Selasa (7/3/2017), Mentan meminta Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Wilayah Jawa Timur (Jatim) agar segera mengusulkan calon petani dan calon lahan (CPCL) yang akan diberikan bantuan jagung. CPCL yang digarap Gempita merupakan petani yang notabenenya pemuda dan lahan tidur.

Gempita Jatim telah mengumpulkan CPCL bantuan jagung seluas 50 ribu hektar. Akan hal ini, Amran langsung memerintahkan pengurus Gempita Jatim agar segera kirim CPCL yang mau diajukan ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan).

Menurut Amran, komitmen kalangan pemuda fokus bertani dengan menyiapkan lahan tidur, baik milik kelompok tani (poktan) dan lahan lainnya, menjadi semangat demi mewujudkan swasembada pangan. Itu juga sesuai dengan semangat nawacita, guna membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih baik dan maksimal.

Perlu diketahui, Korwil Gempita Jatim mengajukan CPCL seluas 50 ribu hektar untuk tanaman jenis jagung. Pengajuan itu selaras dengan program Kementrian Pertanian (Kementan) yang akan memberdayakan lahan tidur, menjadi lahan produktif khususnya untuk tanaman jagung.

Dengan pengajuan seluas 50 ribu hektar untuk lahan jagung, di sisi lain juga akan menjadi kontribusi bagi penyediaan bahan pangan jenis jagung. Terlebih untuk Jawa Timur yang menjadi sentra pemasok jagung terbesar ditingkat nasional dan bahkan siap ekspor.

Dari catatan tahun 2015, Jatim memberikan kontribusi hingga sebesar 30 persen pasokan jagung nasional. Dengan total luas lahan 1,2 juta hektare, di tahun 2015  bisa memperoleh panen sebesar 5,2 ton per hektar.

Ketua Korwil Gempita Jatim, Durrul Izza Alfatawi menyatakan instruksi dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman terkait segera diajukan CPCL jagung seluas 50 ribu hektar sudah ditindaklanjuti. "Kami sudah menyiapkan form pengajuan baik secara hard dan soft copy, serta akan dikirim langsung seketika itu juga," kata Durrul Izza.

Pengajuan dari CPCL sendiri merata di seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Itu artinya, semangat kalangan petani muda untuk membantu menyukseskan swasembada pangan sangat tinggi. Terlebih, ada dukungan dari kementrian Pertanian, akan menjadi tambahan semangat untuk menanam jagung.

Secara terpisah, Ketua Koordinator Daerah (Korda) Gempita Kabupaten Lamongan Ahmad Yani, menyatakan untuk daerahnya banyak lahan tidur yang kurang produktif. Kini bisa dijadikan lahan produktif setelah ditanami jagung. Itu juga disertai dengan semangat kalangan petani muda sekitarnya, yang menyatakan siap untuk membantu swasembada jagung.

"Peluang tanaman jagung sangat besar di Lamongan, kami bersama pemuda akan terus bekerja dan berkomitmen untuk menyukseskan swasembada jagung yang merupakan program Kementan," Kata Ahmad Yani.
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.