[Advertorial] Kalabahu 38 LBH Jakarta: Mencari Agen Penggerak Bantuan Hukum Struktural

“Dari sinilah, peserta Kalabahu akan melihat realitas sosial yang sesungguhnya dan mampu menganalisa permasalahan yang dihadapi komunitas dengan melibatkan anggota masyarakat tersebut,” tambah Citra.

Selasa, 07 Mar 2017 13:57 WIB

LBH Jakarta kembali menggelar pelatihan tahunan yaitu Karya Latihan Bantuan Hukum (Kalabahu) angkatan ke-38 (tiga puluh delapan). Kalabahu merupakan pelatihan hukum dan hak asasi manusia untuk menjaring calon-calon pengabdi bantuan hukum di LBH Jakarta. Kalabahu diselenggarakan pada 3 April sampai dengan 12 Mei 2017.

“Selain jadi ajang regenerasi Pengacara Publik LBH Jakarta, Kalabahu juga sebagai tempat kita menyebarkan persepektif Gerakan Bantuan Hukum Struktural pada generasi muda,” ujar Citra Referandum, Pengacara Publik LBH Jakarta sekaligus ketua panitia Kalabahu 38.

Lebih lanjut, Kalabahu menjadi saluran bagi LBH Jakarta dalam mencetak pengabdi bantuan hukum yang militan dalam membela masyarakat miskin, buta hukum, dan tertindas. Paling utama, Kalabahu sebagai sarana belajar bagi peserta dalam mengkritisi dan menyampaikan gagasan berkaitan dengan persoalan hukum dan sosial yang berperspektif hak asasi manusia.

Di tahun 2017 ini, Kalabahu mengambil tema Melawan Oligarki Dengan Memperkuat Demokrasi, Ham, Dan Negara Hukum Melalui Gerakan Bantuan Hukum Struktural. Hampir di setiap penyelenggaraannya, Kalabahu kerap mengusung tema-tema khusus seputar situasi politik dan penegakan hukum teraktual.

“Tema tersebut adalah bacaan kita terhadap situasi penegakan hukum dan politik di sepanjang tahun 2016, di mana kita bisa melihat banyak pembangkangan hukum oleh pemerintah demi investasi swasta dan proyek pembangunan lainnya,” ujar Citra.

Di dalam Kalabahu, peserta akan mendapatkan materi mulai dari materi ideologi, teori-teori Hak Asasi Manusia dan Negara Hukum sampai strategi advokasi baik litigasi maupun non litigasi. Di samping belajar di ruang kelas, peserta juga akan diterjunkan untuk tinggal bersama dengan komunitas dan melakukan penelitian berbasis partisipasi komunitas (Participatory Action Research).

“Dari sinilah, peserta Kalabahu akan melihat realitas sosial yang sesungguhnya dan mampu menganalisa permasalahan yang dihadapi komunitas dengan melibatkan anggota masyarakat tersebut,” tambah Citra.

Pendaftaran KALABAHU 387 LBH Jakarta dimulai dari 14 Febuari - 6 Maret 2017. Kalabahu tidak hanya diperuntukkan bagi sarjana hukum, akan tetapi juga diberi kesempatan kepada mahasiswa hukum dan non-hukum mengikuti pendidikan KALABAHU yang dijalankan LBH Jakarta. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Penggantian Ketua DPR Dinilai Tak Perlu Tergesa-gesa

  • PKB: Keputusan Golkar Terkait Posisi Setnov Menyandera DPR
  • Mendagri: Usulan Tim Gubernur Anies Melebihi Kapasitas yang Diatur Undang-undang
  • Golkar Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim