[Advertorial] Bank Bukopin Dukung Tumbuhnya Ekosistem Startup Fintech

Sebagai pasar terbesar dengan lebih dari 40 persen total penduduk Asia Tenggara, Indonesia berpotensi menjadi kekuatan ekonomi digital di wilayah ini.

Senin, 06 Mar 2017 11:48 WIB

Sebagai pasar terbesar dengan lebih dari 40 persen total penduduk Asia Tenggara, Indonesia berpotensi menjadi kekuatan ekonomi digital di wilayah ini. Hal ini didukung oleh prediksi pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yang diperkirakan akan mencapai 150 juta pada 2020. Meski demikian, saat ini hanya 36 persen penduduk yang memiliki akses ke layanan perbankan. Selain itu, menurut data Bank Indonesia, ada potensi permintaan pendanaan dalam negeri hingga Rp 1.600 triliun. Tapi sampai sekarang hanya Rp 600 triliun yang mampu disediakan oleh perbankan Indonesia.

Peluang inilah yang menjadi salah satu faktor tumbuh suburnya para pelaku perusahaan rintisan  untuk mengembangkan financial technology (fintech) di Indonesia. Tidak hanya dari sisi pendanaan, tapi juga pembayaran, investasi, perencanaan keuangan, pembanding produk keuangan, hingga riset keuangan. Fintech kini tidak hanya menjadi metode pembayaran alternatif, tetapi juga kebutuhan yang menyediakan transaksi keuangan lebih baik, mudah, dan aman. Perbankan dapat bersinergi dengan startup fintech agar dapat memberikan solusi inovatif untuk mendorong ekosistem yang berkelanjutan.

Bank Bukopin menjawab tantangan tersebut dengan bertransformasi dan berinovasi menuju perusahaan yang fasih digital dengan mendukung percepatan ekosistem startup Indonesia, serta menginisiasi program-program pembinaan dan edukasi calon pendiri startup untuk mendorong inovasi. Hal ini sejalan dengan visi dan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara melalui berbagai inisiatif, salah satunya Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, yang bertujuan menciptakan 1.000 startup berkualitas di Indonesia, yang diprakarsai oleh KIBAR dan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Bank Bukopin hadir untuk menjadi pendukung utama Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Kami menyiapkan diri dari berbagai lini, untuk menyambut dan memanfaatkan berbagai peluang dan kesempatan untuk menciptakan lebih banyak pelaku startup fintech yang mampu memberikan solusi untuk Indonesia,” ujar Direktur Utama Bank Bukopin, Glen Glenardi.


Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR selaku penggagas Gerakan Nasional 1000 Startup Digital mengatakan kolaborasi ini diharapkan dapat saling bersinergi dan memberi dampak besar terhadap ekonomi digital di Indonesia.

Kolaborasi Bank Bukopin dengan KIBAR tidak hanya ditunjukkan dalam dukungan di Gerakan Nasional 1000 Startup Digital saja, namun juga dalam membangun BNVLabs, sebuah program terintegrasi yang mendorong berkembangnya ekosistem fintech di Indonesia, yang bertujuan menumbuhkan lebih banyak startup fintech yang mampu menciptakan solusi kolaboratif bersama-sama dengan para pelaku industri keuangan dan perbankan. BNVLabs juga menyediakan ruang eksperimen yang menjadi katalis bagi para startup founder, kreator, dan kolaborator untuk bekerjasama menciptakan solusi di bidang finansial.

Untuk mendorong transformasi tersebut, BNVLabs akan fokus pada tiga elemen utama:

1. People
BNVLabs membangun tim inovasi untuk mendorong transformasi internal dan menghubungkan Bank BUKOPIN dengan para pelaku yang memiliki kesamaan visi.

2. Program
BNVLabs menjalankan program inkubasi startup dengan fokus utama untuk mengintegrasikan solusi digital yang dapat memaksimalkan sistem perbankan yang sudah berjalan saat ini.

3. Place
Mendirikan coworking space sebagai wadah untuk berkolaborasi bagi orang-orang dari berbagai bidang.

Dengan hadirnya BNVLabs diharapkan akan semakin banyak anak muda yang menjadi agen perubahan yang akan berkontribusi di industri fintech. Target jangka panjangnya tentu saja menjadikan Indonesia sebagai pemain fintech terdepan di panggung regional dan global.


Sekilas Mengenai Bank Bukopin
Bank Bukopin berdiri pada 10 Juli 1970. Sejalan dengan waktu, Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia. Bank Bukopinmerupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Mikro, UKM, dan Konsumer serta didukung oleh segmen Komersial.
Per 31 Desember 2016, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%). Hingga periode tersebut Bank Bukopin beroperasi di 23 Provinsi, memiliki 43 Kantor Cabang, 157 Kantor Cabang Pembantu, 128 Kantor Kas dan 75 Kantor Fungsional (layanan mikro), total keseluruhan 438 Outlet Bank Bukopin yang siap melayani nasabah dari Sabang sampai Merauke. Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan ke nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 839 mesin ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air.
Kini Bank Bukopin berkomitmen untuk bertransformasi menjadi salah satu pemain penting dalam industri fintech Indonesia. Sesuai dengan motto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

Tentang Gerakan Nasional 1000 Startup Digital
Sebuah gerakan yang diinisiasi oleh KIBAR sebagai pengembang ekosistem startup digital yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 dengan mendirikan 1000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital hadir di 10 kota Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Malang, Makassar, Medan, Denpasar dan Pontianak.


www.1000startupdigital.id 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi