Ozzy Rifan: Si Tomboy di Balik Yuhu

Meski terlihat tegas, namun wanita yang pernah mencicipi sekolah broadcasting di New York ini, mengaku pemalu.

Senin, 14 Mar 2016 15:19 WIB

Manager Yuhu!, Ozzy Rifan (kemeja putih) saat evaluasi Yuhu! bersama tim Yuhu, Senin (14/3/2016).

AUDIO

Tomboy, no make up, cuek dan rambutnya selalu tergerai. Itulah gaya sehari-hari yang kerap ditampilkan Manager Yuhu, Ozzy Rifan. 18  tahun malang melintang di dunia televisi dengan berbagai program acara di TV nasional maupun luar negeri, kini ia menjajal dunia radio dengan gebrakan teranyarnya, Yuhu! Pagi dan Yuhu! Sore.  Di bawah tangan dinginnya, program yang sudah berjalan dua minggu ini langsung menyedot perhatian pendengar di 10 radio-radio jaringan KBR yang ikut bergabung menyiarkan program ini. 

Ozzy yang hobi traveling dan senang mengulik sesuatu yang berbau entertainment ini, tak  sungkan menegur host Yuhu! yang telat datang. Ini semua ia lakukan agar program yang digawanginya berjalan dengan baik. Bahkan, setiap kali Yuhu! Pagi dan Yuhu! Sore kelar mengudara, ia dan timnya yang berjumlah sekitar 8 orang selalu melakukan evaluasi. Meski terlihat tegas, namun wanita yang  pernah  mencicipi sekolah broadcasting di New York  ini, mengaku pemalu. Ketika kami ingin memotretnya untuk keperluan artikel ini pun, ia ogah –ogahan. “Saya malu kalau difoto,” katanya.

Namun, untuk urusan meminta pendapat, Ibu satu anak yang senang memakai kemeja lengan panjang dan jeans ini, tak pernah malu dan sungkan. “ Eh, tadi denger gak si Aiko bikin resep di Yuhu Sore. Menurut lo gimana?” Atau “Gimana tadi obrolan host bareng Barry Likumahuwa. Ada masukan gak?” Begitu kira-kira yang ia tanyakan kepada kami tentang segmen baru di Yuhu!. Bahkan, demi ingin menggawangi program entertainment  ini, ia rela masuk kantor dari pukul 6 pagi hingga 9 malam.

Meskipun di radio hanya mengandalkan suara atau audio, namun  Ozzy berusaha agar obrolan dan interaksi host terdengar lucu dan enak serta memberi semangat dan inspiratif.  Bahkan, saking  banyaknya tim Yuhu! dan “aturan” yang diterapkannya, program radio yang sedang hot ini pun bercita rasa TV. “Saya sering bilang sama host, gak boleh begini, gak boleh begitu (cara duduk, cara berbicara, bahasa tubuh dll). Kalau mau bagus ya memang begitu, karena kita juga ditonton di zeemi.tv,” ujarnya sambil menutup obrolan ini dengan rasa optimistis untuk mengembangkan program Yuhu yang lain. 


Editor : Vivi Zabkie

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?