Green Radio Menjelajah Hutan Tesso Nilo

Selasa, 22 Mar 2016 18:57 WIB

Danang (crew green radio) saat menjelajah Hutan di TN Tesso Nilo. (foto: Green Radio Pekanbaru)

Akhir Februari lalu mulai tanggal 20 sampai tanggal 1 Maret, seperti melewati ujian untuk peningkatkan kapasitas  sebagai crew yang bergabung  di Green Radio, mendapatkan kesempatan ikut dalam ekspedisi di Hutan Konservasi Tamana Nasional Tesso Nilo Provinsi Riau. Tesso Nilo adalah salah satu hutan tropis dataran rendah yang masih tersisa di Indonesia. Mereka berkeliling kawasan itu selama 10 hari bersama petugas Balai TNTN, TNI dan volunter WWF.

Eksepedisi ke dalam hutan konservasi ini dapat menjadi ajang pembuktian reportase lapangan secara live. Tantangan tugas ini adalah sinyal telepon saat akan mengirimkan laporan ke KBR dan juga Green radio. “Tentu ini menjadi kendala ketika ada temuan-temuan selama perjalanan ekspedisi, maka harus berusaha  mencari tempat yang agak tinggi agar menemukan sinyal,  ketika itu tim ekspedisi menemukan gajah mati,”  cerita Danang, anggota tim Green Radio Pekan Baru yang jadi peserta ekspedisi.

Danang yang menjabat koordinator Produk Green Radio menambahkan ternyata bermalam-malam berada di dalam hutan, tidak mudah untuk menyesuaikan kembali ketika beraktivitas seperti biasa. “Setelah kembali terutama saat malam harinya baru bisa tertidur setelah memutarkan kembali rekaman untuk mendengar suara- suara makhluk yang tinggal di hutan,” kata Danang.

Aynun satunya-satunya  peserta ekspedisi perempuan menyampaikan keprihatinannya  melihat sudah pembukaan lahan di hutan konservasi. Ia bahkan mengatakan menemukan  perambah yang tengah siap beraksi menghabiskan hutan dengan gergaji mesin. Saat jumpa pers usai ekspedisi eks reporter Green Radio dan juga atlet panjang tebing ini berkaca-kaca menceritakan kisah ini.  “Bila hutan hilang  kemana lagi  satwa didalamnya pergi seperti gajah, dan lainnya,” tuturnya dengan suara serak menyampaikan kekuatirannya.

Laporan kegiatan ekspedisi dimuat dalam portalkbr.com dan juga bisa didengarkan melalui siaran KBR serta Green Radio. KBR dan Green Radio adalah satu-satunya media yang diajak ikut oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan WWF Riau.

Editor : Vivi Zabkie

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.