Assalamu'alaikum Zay!

Suasana pun jadi pecah seketika. Yang tadinya serius, berubah jadi santai karena terhibur dengan gayanya yang kocak dan supel.

Senin, 07 Mar 2016 15:26 WIB

Zay Nova.

“Assalamu'alaikum”  Salam itu  diucapkan dengan lantang kepada awak redaksi KBR, hampir setiap kali lelaki berkumis tebal ini tiba di ruang redaksi. Yang ada di dalam ruangan pun kompak menjawab salamnya diiringi dengan derai tawa. Suasana pun jadi pecah seketika. Yang tadinya serius, berubah jadi santai karena terhibur dengan gayanya yang kocak dan supel. Pria ini, nama bekennya Zay Nova. Ia adalah salah satu tim penjaga gawang Yuhu!.  Karena pembawaannya yang selalu riang dan suka humor, membuatnya tertarik untuk bergabung di program yang baru berjalan satu pekan ini.

Membuat jingle dan memproduksinya, mengedit lagu, menyusun playlist dan terkadang bertugas sebagai operator. Itulah yang ia lakukan untuk mendukung berjalannya Program Yuhu! Pagi dan Yuhu! Sore. “Penyiar Yuhu! yang akan bertugas, tinggal mengklik folder yang sudah disediakan atau disusun,” jelas Zay tentang tugas barunya. Folder yang berisi lagu, jingle dan iklan itulah yang akan mewarnai acara yang berlangsung selama 2 jam itu. Sembari bekerja, secangkir kopi hitam, selalu menemani pria yang piawai menciptakan lagu ini.

Menjalani hal ini, ia mengaku seperti kembali ke masa lalu. Mengapa? Karena selama hampir 2 tahun bergabung di KBR, pria lajang yang kerap tampil dengan baju kaos ketat ini sempat menyelami tugas menulis dan mewawancari nasumber atau tokoh yang bergerak di bidang lingkungan hidup, politik, hukum, ekonomi. Ia juga sempat mengelola acara musik Country, music kesukaannya. Program Yuhu yang dikemas  fun dan asik membuat Zay terkenang masa-masa ia bekerja di salah satu radio yang ada di Yogyakarta, selama 10 tahun.


Editor : Vivi Zabkie
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Kemenko Ekonomi Gandeng WWF Untuk Kejar Target Reforma Agraria

  • Wiranto Akan Panggil Kapolri Soal Densus Tipikor
  • PBB Sebut Myanmar dan Dunia Gagal Lindungi Rohingya
  • Final Liga Champions Asia, Urawa Tantang Al Hilal

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik