Komunitas ASEAN, ASEAN on the move

KBR68H, Jakarta – KBR68H bekerja sama dengan ASEAN Foundation dan PPMN menggelar rangkaian diskusi “ASEAN on the move” pada 25-26 Januari 2014. Tema ASEAN diangkat mengingat tahun depan mulai berlaku Komunitas ASEAN di mana ke-10 negara anggota ASEAN makin membaur dengan menghilangnya “batas negara”. 


Lintas negara, lintas media


Acara di hari pertama, Selasa (25/2), dibuka dengan sambutan dari Direktur KBR68H Santoso serta dari Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Elaine Tan, juga pidato utama dari Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Freddy Tulung. 


Diskusi dihadiri oleh 20 wartawan regional dari 9 negara ASEAN – Indonesia, Malaysia, Filipina, Kamboja, Vietnam, Burma, Laos, Thailand, dan Singapura. Media yang diundang ada yang dari media pemerintah seperti TVK dari Kamboja, RRI dan Voice of Vietnam, ada juga media independen seperti KBR68H dan Democratic Voice of Burma – partner KBR68H untuk program Asia Calling. Tema yang diangkat peran media dalam mendorong makin tingginya perhatian masyarakat umum tentang apa dampak dari berlakunya Komunitas ASEAN terhadap masyarakat dari tiap-tiap negara. 


Ada empat bahasan yang diangkat dalam diskusi bersama wartawan – mulai dari soal perlunya pasokan informasi di kawasan regional, bagaimana melaporkan soal perbedaan antara negara-negara ASEAN, bagaimana wajah industri media setelah berlakunya Komunitas ASEAN 2015 serta upaya apa yang perlu dilakukan untuk menyiapkan redaksi setiap media.


Topik yang paling banyak mendapat sorotan adalah soal bagaimana media-media di negara ASEAN melaporkan soal kejadian intoleransi di negara lain. Misalnya, ada banyak gereja yang ditutup Pemerintah di Indonesia dengan berbagai alasan atau kekerasan terhadap kelompok Rohingya di Myanmar. Bagaimana cara melaporkan isu sensitif ini?


Dari berbagai pendapat yang terlontar, disepakati jika media menjalankan perannya secara profesional, maka cerita sensitif soal kekerasan atau pelanggaran HAM seperti ini bisa disampaikan kepada audiens dengan lebih baik. Akurasi, berita yang seimbang, jadi kunci demi membuat media semakin profesional dengan suguhan informasi penting. 


Hal lain yang juga banyak mendapat perhatian adalah soal bentuk kerjasama antara media yang ada di kawasan ASEAN. Untuk pertemuan kali ini, media independen dan media pemerintah sama-sama diundang untuk berdiskusi. Perbedaan latar ideologi ini, bagi beberapa media, dianggap bisa menghalangi bentuk kerja sama. Tapi dari hasil diskusi, muncul alternatif lain yang bisa mendekatkan media dari negara yang berbeda, misalnya dengan menaruh file di sistem penyimpanan cloud seperti Dropbox, buddy system serta ide yang cukup ambisius seperti ASEAN News Center. 


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!