Ronald Koeman: Maaf Arsenal, Kami Menang Lewat Wasit

"Ini bukan kali pertama kami mendapatkan keputusan wasit yang tidak menguntungkan musim ini," kata Wenger.

Rabu, 14 Des 2016 09:45 WIB

Manajer Arsenal Arsene Wenger. (Foto: Flickr/Creative Commons)

KBR - Klub sepakbola Arsenal gagal mempertahankan catatan tak terkalahkan dalam 14 pertandingan terakhir di Liga Primer Inggris.

Rekor Arsenal itu terpatahkan di Stadion Goodison Park, usai The Gunners ditekuk tuan rumah Everton dengan skor 2-1.

Ini merupakan kekalahan kedua bagi Arsenal di musim ini setelah sebelumnya mereka kalah di kandang sendiri pada 14 Agustus lalu, yang ironisnya lawannya adalah Liverpool, klub sekota dengan Everton di Merseyside. Kekalahan itu juga menjadi yang pertama bagi Arsenal saat bermain di kandang lawan dalam 9 bulan terakhir.

Kekalahan itu tidak bisa diterima sebenar-benarnya oleh Manajer Arsenal, Arsene Wenger. Apalagi, kekalahan menyebabkan mereka bakal kesulitan menempel Chelsea di puncak klasemen sementara Liga Inggris. Bahkan, seandainya Arsenal menang dengan tiga gol, mereka bisa menggusur Chelsea di posisi teratas dengan unggul selisih gol.

Wenger menuding kekalahan kali ini turut dipengaruhi kesalahan wasit Mark Clattenburg dalam mengambil keputusan ketika memimpin pertandingan Arsenal versus Everton.

Wenger mempersoalkan gol kedua Everton yang berasal dari tendangan pojok. Ia menilai wasit salah mengambil keputusan memberikan hadiah tendangan pojok itu bagi Everton, saat bola berada di daerah pertahanan Arsenal. Wenger menilai bola menyentuh pemain Everton Dominic Calvert-Lewin sebelum keluar lapangan. Namun wasit memberikan hadiah tendangan penjuru bagi tuan rumah.

"Tentu saja itu bukan corner. Anda bisa melihatnya dari sisi sini, itu bukan corner," kata Wenger.

"Saya sangat kecewa karena Clattenburg dalam posisi yang bagus untuk melihat pertandingan... Ini bukan kali pertama kami mendapatkan keputusan wasit yang tidak menguntungkan musim ini," kata Wenger.

Protes Wenger itu kemudian memancing reaksi dari manajer Everton Ronald Koeman. Koeman menyebut lawannya itu punya kebiasaan menyalahkan wasit saat kalah.

"Saya tidak kaget dengan komentar Wenger. Ini kali ketiga saya mengalahkan dia di kandang, dan tiga kali dia membuat keluhan soal wasit. Maaf ya Arsenal, kami menang melalui keputusan wasit. Maaf," kata Koeman.

Koeman mengakui pemainnya sempat grogi di awal-awal pertandingan.

"Setiap kali bolah dioper ke belakang, daripada ke depan. Saya paham tim ini kurang kepercayaan diri... Kami lantas menunjukkannya setelah 20 menit. Kami hadapi mereka face to face, dan itu yang harus dilakukan untuk melawan tim seperti Arsenal. Kami layak menang dan meraih tiga poin," kata Koeman.

Pada pertandingan Selasa (14/12/2016) dinihari, Arsenal sebetulnya menguasai permainan bahkan unggul lebih dulu melalui Alexis Sanchez. Namun menjelang turun minum, Everton menyamakan skor lewat Seamus Coleman.

Di babak kedua, Everton berbalik menekan. Sekitar lima menit menjelang pertandingan berakhir, tuan rumah berbalik unggul melalui Ashley Williams. Pertandingan diwarnai kartu merah bagi kapten Everton Phil Jagielka. Namun unggul pemain di menit-menit akhir tidak bisa dimanfaatkan Arsenal untuk menyamakan skor dan mencuri poin di Goodison Park.

Wenger mengakui salah satu penyebab kekalahan Arsenal lainnya adalah karena pemain Everton kerap bermain kontak fisik dan agresif yang membuat para pemain Arsenal kerap kehilangan bola.

"Ini permainan yang sangat menonjolkan fisik. Kami menghadapi banyak hadangan, dan kami kehilangan banyak bola karena kami tidak terbiasa dengan kontak fisik, sehingga itu mengganggu permainan kami," kata Wenger. (ESPN/Guardian/Telegraph) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!