MU Kedodoran Lagi, Mourinho Omeli Mkhitaryan

"Dia harus bermain lebih baik dari mereka, sesederhana itu," kata Mourinho.

Jumat, 04 Nov 2016 11:21 WIB

Manajer MU, Jose Mourinho. (Foto: Football DirectNews/Flickr/Creative Commons)

KBR - Manajer klub sepakbola Manchester United, Jose Mourinho menyalahkan seorang pemainnya Henrikh Mkhitaryan terkait kekalahan MU dalam kompetisi Liga Eropa melawan Fenerbahce. Dalam pertandingan dinihari tadi, MU takluk 1-2 atas klub asal Kota Istanbul, Turki itu.

Mkhitaryan, pemain baru MU yang dibeli dari Borussia Dortmund itu masuk ke lapangan menggantikan Marcus Rashford di babak kedua.

Pemain ini sebetulnya digadang-gadang jadi pengatur permainan atau playmaker. Namun ia baru tampil sekali di pertandingan bersama MU saat menghadapi Manchester City pada 10 September lalu.

Meski skor 2-1 sudah terjadi sebelum masuknya Mkhitaryan di menit 60, namun Mourinho menilai pemain tersebut tidak tampil baik dalam pertandingan itu. Mkhitaryan dianggap tidak bisa berbuat banyak mengatasi masalah di lapangan.

Mourinho mengatakan jika Mkhitaryan ingin tampil sebagai pemain inti, maka ia harus tampil lebih baik dari saat ini.

"Kami punya harapan besar (padanya) di klub ini. Kita punya banyak pemain di posisi ini (playmaker), jadi dia harus bermain lebih baik dari Juan Matta, Jesse Lingard dan Anthony Martial. Dia harus bermain lebih baik dari mereka, sesederhana itu," kata Mourinho.

Kekalahan MU atas Fenerbahce itu menjadi kekalahan kedua dari empat laga yang dimainkan di penyisihan grup Liga Eropa musim ini. Kini MU berada di posisi tiga Grup A, di bawah Fenerbahce dan Feyenoord.

Selain menyalahkan Mkhitaryan, Mourinho juga mengeluhkan masalah cedera yang menghantui lini pertahanan Manchester United. Saat ini empat pemain belakang MU cedera, yaitu Eric Bailly, Phil Jones, Chris Smalling dan Antonio Valencia.

Beri Waktu Mourinho

Eks pemain MU, Paul Scholes berkomentar mengenai kekalahan MU tersebut. Scholes menilai Mourinho harus diberi kesempatan sekitar setahun atau dua tahun untuk membenahi klub itu yang saat ini penampilannya berada di bawah standar.

Scholes menilai kondisi kelemahan MU saat ini bukan kesalahan Mourinho semata-mata, sehingga semestinya Mourinho mendapat dukungan penuh untuk mengatasi masalah itu.

"Apa mereka (MU) bisa memenangkan Liga Eropa? Sepertinya tidak. Dalam tiga tahun ini mereka tidak menunjukkan kemampuan memenangi liga ini dengan skuad yang ada," kata Scholes.

Terkait persaingan di papan atas Liga Inggris, Scholes juga menilai kemampuan MU masih belum sejajar dengan klub lain.

"Untuk saat ini, Anda bisa katakan Liverpool, Arsenal, Chelsea, (Manchester) City kelihatannya lebih baik (dari MU). Saya tahu ini mungkin akan berubah selama musim berjalan. Jadi Anda harus tetap punya harapan (MU) bisa finis di posisi empat," kata Scholes.

Saat ini MU berada di posisi delapan klasemen sementara Liga Inggris (Soccerway/ESPN/SkySport) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Bertemu Delegasi Solomon, Wiranto Bantah Ada Konflik di Papua

  • Sengketa Tanah Luwuk, Warga Protes Penutupan Area Sengketa
  • Pemerintah Janji Perpres 20 Tak Akan Bikin Indonesia Kebanjiran Tenaga Kerja Asing
  • Polri Siapkan Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2018

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.