Kasus Dugaan Korupsi, Neymar Jr Bisa Segera Disidang

Neymar digugat perusahaan investasi Brazil, DIS, terkait kepindahan Neymar dari klub Santos ke Barcelona pada 2013 lalu.

Selasa, 08 Nov 2016 10:48 WIB

Neymar Jr. Foto: Antara

KBR- Pemain bintang klub sepakbola Barcelona, Neymar da Silva Santos Junior kemungkinan bakal segera menjalani persidangan terkait dugaan korupsi. Neymar digugat perusahaan investasi Brazil, DIS, terkait kepindahan Neymar dari klub Santos ke Barcelona pada 2013 lalu.

Hakim Pengadilan Nasional di Brazil, Jose de la Mata sebelumnya menolak memproses kasus Neymar, karena kurang data. Namun ia kemudian mengubah keputusan itu dan kembali memerintahkan kasus itu dibuka.

Kini jaksa penuntut memiliki waktu 10 hari untuk menyerahkan permintaan sidang.

Perusahaan investasi DIS sebelumnya merupakan pemegang hak transfer Neymar. Mereka mengklaim berhak mendapatkan komisi 40 peren dari bayaran pembelian Barcelona terhadap Neymar, namun ternyata mereka menerima komisi lebih kecil dari yang seharusnya biaya transfer Neymar dirahasiakan oleh Barcelona.

Kasus itu juga diduga melibatkan ayah Neymar dan Presiden klub Barcelona Josep Maria Bartomeu serta pendahulu Josep Maria, yaitu Sandro Rosell.

Barcelona membeli Neymar pada 2013 lalu. Bersama Barcelona, Neymar memenangi dua gelar La Liga, dua gelar Copa del Rey, satu gelar Liga Champions, satu gelar Piala Super Cup Eropa, Piala Super Cup Spanyol dan satu gelar juara dunia.

Pada bulan lalu, Neymar menandatangani perpanjangan kontrak selama lima tahun.

Barcelona sebelumnya membayar sekitar Rp213 miliar ke pemerintah Spanyol untuk membayar pajak terutang dan denda dalam pembelian Neymar. Barcelona juga dikabarkan membayar lagi Rp195 miliar untuk menyelesaikan komplain. (BBC/ESPN/Sky Sport)

Baca juga: MU Kedodoran Lagi, Mourinho Omeli Mkhitaryan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1