Kemenpora Bantah Kirim Tim U-13 ke Filipina

Tim diberangkatkan event organizer.

Rabu, 04 Nov 2015 19:42 WIB

Ilustrasi: Presiden Jokowi saat membuka piala presiden (Sumber: Setkab)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga membantah mengirim tim sepakbola U-13 ke Filipina. Ini menyusul tim pelajar Indonesia U-13 tidak bisa pulang seusai menjuarai Philipina Cup. Juru bicara Kemenpora Gatot Dewo Broto mengatakan, tim tersebut diberangkatkan oleh sebuah event organizer dan membawa surat rekomendasi tim transisi.

kata Gatot, tanda tangan tim transisi dalam rekomendasi tersebut dipalsukan.

"Sekarang sedang kami usut. Itu awalnya dari mana? Kalau tanda tangan kan bisa aja di-scan, cropping segala macam. Ini yang saya perlu tegaskan, tidak ada pengiriman U-13 dari Kemenpora untuk even  di Filipina, di mana kesebelasannya sekarang masih belum bisa pulang," kata Gatot di Kemenpora, (4/11).

Gatot Dewo Broto menambahkan, Kemenpora segera berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Filipina untuk menyelidiki hal ini.

"Yang penting kita mengamankan tim yang kabarnya sedang merana. Negara nggak bisa lepas tangan, kami akan berkoordinasi dengan pihak menlu dulu."  Tegas Gatot.

Sebelumnya, Tim Pelajar Indonesia U-13 dijadwalkan kembali dari Filipina ke tanah air hari Minggu lalu. Namun hingga sekarang belum juga tiba. Dikabarkan tiket yang dipegang tim, hangus  dan tidak mendapat tiket pengganti. Tim keberangkatannya diurus oleh event organizer Kampiun Indonesia yang mengklaim ditunjuk Kemenpora.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.