UEFA: Final Liga Champions Bisa Saja Digelar di New York

"Ini mungkin baru ide untuk tahun-tahun mendatang, tapi kami sudah membicarakan soal ini," kata Ceferin.

Jumat, 21 Okt 2016 11:39 WIB

Principality Stadium atau dikenal sebagai Stadion Millenium di Kota Cardiff, Wales, bakal jadi tuan rumah final Liga Champions Eropa 2017. (Foto: Seth Whales/Wikipedia/Creative Commons)

KBR - Presiden Asosiasi Sepakbola Uni Eropa UEFA Aleksander Ceferin membuka peluang pergelaran final Liga Champions Eropa (UCL) digelar di luar Eropa.

Ceferin baru terpilih sebagai pimpinan UEFA yang baru pada bulan lalu. Ia menggagas rencana untuk menghidupkan kembali tender terbuka tuan rumah penyelenggaraan final Liga Champions, termasuk kemungkinan digelar di New York, Amerika Serikat.

"Ini mungkin baru ide untuk tahun-tahun mendatang, tapi kami sudah membicarakan soal ini," kata Ceferin.

Selama pergelaran Liga Champions Eropa yang ke-61 kali, semua putaran final digelar di Eropa. Namun, Ceferin yakin, tidak ada fans klub yang keberatan jika mereka harus berangkat ke Amerika Serikat untuk menyaksikan pertandingan final.

"Dari Portugal ke Azerbaijan misalnya, itu hampir sama jauhnya dengan dari Eropa ke Amerika Serikat," kata Ceferin.

Pada Liga UEFA atau Liga Eropa musim ini klub Qarabag mewakili Azerbaijan di Grup J.

Selama ini tuan rumah final di kompetisi sepakbola Eropa diputuskan secara rahasia oleh para petinggi sepakbola, tanpa proses tender. Termasuk penentuan stadion untuk menyelenggarakan pertandingan final.

Ceferin mengatakan penentuan tuan rumah harus jelas dan tidak semata-mata karena kepentingan politik. Meski begitu, ia tidak menginginkan perubahan waktu kick-off yang biasanya digelar pukul 19.45 waktu Eropa hanya demi menyesuaikan dengan pasar dunia. (Goal.com/BBC/Guardian) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1